Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, Agustus 29
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»HUKRIM»Tajuk: Kesan “Garong” Subsidi BBM di Sulsel, Nina Bobokkan APH. Benarkah? (Bag 21)
HUKRIM

Tajuk: Kesan “Garong” Subsidi BBM di Sulsel, Nina Bobokkan APH. Benarkah? (Bag 21)

Indotim NewsBy Indotim NewsApril 3, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
{"data":{"pictureId":"5bddd296304845ccb250ea48395b6975","appversion":"4.5.0","stickerId":"","filterId":"","infoStickerId":"","imageEffectId":"","playId":"","activityName":"","os":"android","product":"lv","exportType":"image_export","editType":"image_edit","alias":""},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"source_type":"vicut","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","capability_name":"retouch_edit_tool"}"}
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

Entah mengapa, sulit menghentikan alur Korupsi dalam penyaluran BBM solar subsidi yang tengah menjadi masalah yang kompleks dan sistemik di Indonesia.

Oleh: Zulkifli Malik

Dari berbagai laporan dan investigasi mengungkapkan bahwa rantai pasok solar subsidi, dari impor hingga distribusi, sering kali menjadi sarang penyimpangan yang melibatkan banyak pihak.

Meski acap kali para pengkritik melalui tulisan meneriakkan ketimpangan hukum yang bebas melenggang ini, namun Aparat Penegak Hukum atau APH  seolah dinina bobokkan oleh para pelaku garong BBM Solar yang disubsidi pemerintah.

Seperti pada Artikel “Korupsi BBM Solar, Ikan Busuk Dari Kepalanya” oleh Salamuddin Daeng di Energy World Indonesia menyoroti perlunya pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh pelaku dalam rantai tersebut untuk memberantas korupsi yang masif.

Artikel ini mengungkap berbagai bentuk modus penyalahgunaan dalam penyaluran solar subsidi semakin terkuak, seperti yang diuraikan oleh Katadata.co.id.

Perencanaan kuota yang tidak berdasarkan kebutuhan riil, pemberian alokasi berlebihan tanpa evaluasi, dan kekosongan hukum menjadi celah besar yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengeruk keuntungan pribadi.

Situasi ini diperparah oleh lemahnya sanksi terhadap pelaku kegiatan ilegal, sehingga pelanggaran terus berulang.

Lain halnya dengan hasil Investigasi PORTONEWS melalui artikelnya menunjukkan bagaimana aksi mafia BBM subsidi beroperasi dengan cara yang terorganisir.

Pengisian berulang oleh kendaraan dengan tangki modifikasi dan pembelian melalui pihak ketiga menjadi contoh nyata penyalahgunaan yang sulit terdeteksi, khususnya di Sulsel.

Penegakan hukum yang tegas menjadi kunci untuk memutus rantai penyelewengan ini, namun implementasinya masih menghadapi banyak kendala. Entah mengapa!

Demikian Fenomena “Oil and Gas Laundry,” seperti yang pernah dipaparkan artikel di di Indotim News, semakin memperlihatkan ancaman terhadap stabilitas ekonomi dan energi nasional.

Manipulasi data dan faktur pajak palsu dalam perdagangan gelap BBM tidak hanya merugikan negara dari sisi pajak tetapi juga menciptakan ketidakadilan dalam distribusi energi.

Korupsi semacam ini menimbulkan dampak yang luas, mulai dari kerugian finansial negara hingga terganggunya pasokan energi bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi.

Berbagai penangkapan terkait penyelewengan BBM subsidi, seperti yang dilaporkan Kompas.com, mengungkapkan disparitas harga antara solar subsidi dan nonsubsidi sebagai faktor pemicu utama pelanggaran.

Penyelewengan sebesar 54 ton solar di Kalimantan Barat menjadi bukti bahwa skala korupsi ini sangat besar. Disparitas harga yang terlalu mencolok membuka ruang bagi pelaku untuk mengeksploitasi sistem yang ada.

Salah satu tantangan besar dalam mengatasi korupsi solar subsidi adalah lemahnya koordinasi antar instansi, bahkan terkesan APH ikut bermain dan menjadi penikmat.

Pemeriksaan menyeluruh terhadap pelaku di berbagai level, dari importir hingga distributor lokal, memerlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan lembaga antikorupsi seperti KPK.

Ketidakjelasan regulasi dan minimnya transparansi dalam pengelolaan subsidi memperbesar risiko korupsi.

Solusi yang dapat diambil adalah memperketat pengawasan melalui penggunaan teknologi digital, seperti sistem pelacakan distribusi berbasis blockchain.

Dengan teknologi ini, setiap tahapan dalam penyaluran BBM dapat dipantau secara real-time, mengurangi peluang manipulasi data. Selain itu, revisi regulasi yang memberikan sanksi lebih berat terhadap pelanggaran juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan efek jera.

Penting pula untuk melibatkan masyarakat dalam pengawasan program subsidi. Mekanisme pelaporan online yang mudah diakses dapat menjadi alat efektif untuk mengidentifikasi penyimpangan sejak dini.

Dengan partisipasi publik, sistem pengawasan menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Kesimpulannya, korupsi dalam penyaluran BBM solar subsidi bukan hanya masalah teknis tetapi juga sistemik yang memerlukan pendekatan multidimensional untuk memberantasnya.

Dengan penegakan hukum yang tegas, penggunaan teknologi canggih, dan keterlibatan masyarakat, Indonesia dapat berharap untuk menciptakan sistem subsidi yang lebih adil, efisien, dan bebas dari korupsi.

Dan yang lebih terpenting APH tidak ikut menikmati hasil uang haram para garong subsidi pemerintah tersebut. (**).

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

KOLOM: Mengapa Kejahatan Daring ‘Passobis’ di Sulsel Sulit Diberangus?

Agustus 26, 2026

Maulid Nabi Jadi Momentum Satbrimob Polda Sulsel Perkuat Polri Presisi dan Kepedulian Sosial

Agustus 25, 2026

KOLOM: Sindikat Passobis Sidrap dan Alarm Sulsel

Agustus 24, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Petugas Lapas Perempuan Sungguminasa Ikuti Habituasi Sarana Keamanan Borgol

Agustus 29, 2026

KOLOM: Mengapa Kejahatan Daring ‘Passobis’ di Sulsel Sulit Diberangus?

Agustus 26, 2026

Maulid Nabi Jadi Momentum Satbrimob Polda Sulsel Perkuat Polri Presisi dan Kepedulian Sosial

Agustus 25, 2026

Tegakkan Zero Halinar, Tim Patnal Kanwil Ditjenpas Sulsel Gelar Sidak di Lapas Perempuan Sungguminasa

Agustus 25, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Kapan Pembangunan Pertanian di Camba Bisa Tersentuh Pemkab Maros ?

Agustus 2, 2014
Berita Terbaru
  • Tingkatkan Kesiapsiagaan, Petugas Lapas Perempuan Sungguminasa Ikuti Habituasi Sarana Keamanan Borgol
  • KOLOM: Mengapa Kejahatan Daring ‘Passobis’ di Sulsel Sulit Diberangus?
  • Maulid Nabi Jadi Momentum Satbrimob Polda Sulsel Perkuat Polri Presisi dan Kepedulian Sosial
  • Tegakkan Zero Halinar, Tim Patnal Kanwil Ditjenpas Sulsel Gelar Sidak di Lapas Perempuan Sungguminasa
  • KOLOM: Sindikat Passobis Sidrap dan Alarm Sulsel
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.