Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, Juli 7
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»Indotimnews»Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah
Indotimnews

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

admininBy admininMei 29, 20224 Komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Pater Yance Wadogoubii Yogi, Pr (jubah putih) bersalaman dengan Sekjen KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC didampingi Administrator Keuskupan Timika, Pater Marthen Ekowaibii Kuayo, Pr dan Pastor Paroki Bilogai, P. Yustinus Rahangiar, Pr di bandara Sokopaki Bilogai, Intan Jaya dalam acara pentahbisan empat orang Imam Katolik - Foto: Abeth Amoye You
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

JAYAPURA– Pastor Yance Wadogoubii Yogi, Pr, pimpinan Gereja Katolik Dekenat Moni – Puncak, Keuskupan Timika angkat bicara soal pernyataan Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C terkait dukungan dirinya pemekaran Provinsi Papua Selatan. Sebab bagi Mandagi dengan pemekaran, Papua Selatan akan lebih tumbuh dan berkembang.

“Uskup Merauke yang terkasih, jadilah Gembala yang baik di tanah Papua secara khusus wilayah adat Animha. Di Merauke, Bapa Uskup bertugas sebagai Gembala bukan urus pemekaran Provinsi. Tugas seorang Uskup atau Gembala adalah urus Keuskupanmu, bukan minta-minta Provinsi,” kata Pastor Yance Wadogoubii Yogi, Pr, Minggu, (29/5/2022).

Yogi yang juga sebagai Pastor Paroki St. Fransiskus Titigi, Intan Jaya ini menegaskan, alangkah baiknya Uskup Merauke memekarkan Keuskupan di wilayah Kevikepan Kepii menjadi sebuah Keuskupan baru agar kinerja sebagai seorang Gembala bagi umat Katolik lebih nampak.

“Mekarkan Keuskupan itulah jalurmu, bukan urus pemekaran, dan minta-minta Provinsi. Uskupku yang terkasih, keadaan Umat Allah di wilayah Keuskupan Ambon, adat istiadat, bahasa, cara hidup menggereja jauh bedah dengan kehidupan orang Papua, khusunya orang asli Papua di wilayah Keuskupan Merauke. Karena itu, uruslah mereka,” tegasnya.

Pastor yang selama ini hidup dan mati bersama masyarakat Intan Jaya dalam peperangan ini menegaskan, keadaan hari ini di Papua amat darurat kemanusiaan, sangat buruk sehingga tugas seorang Gembala dibutuhkan dalam melindungi umat Tuhan dalam situasi yang tidak kondusif ini.

“Hari ini orang-orang asli Papua bukan minta-minta kue, bukan minta-minta garam, bukan orang-orang bodoh. Tetapi hari ini orang asli Papua butuh kedamaian. Karena itu, keinginan Uskup Merauke jangan sampai ada lagi korban jiwa,” ujarnya.

Yogi juga mempertanyakan keberpihakan Uskup Merauke kepada orang asli Papua atas sejumlah masalah besar yang dialami orang asli Papua. “Kalau Bapa Uskup Merauke dukung pemekaran Provinsi, selama ini di mana suara kenabianmu, kita menjadi seorang Uskup, dan menjadi seorang Pastor itu kita hidup dan mati di tanah Papua, bukan di luar Papua, maka kita jalankan tugas kita jelas,” ucapnya.

“Kita sebagai imam yang telah sumpah janji di depan Tuhan Allah, kita harus turuti perintah Allah yakni jadikanlah semua bangsa menjadi muridku. Kata-kata Tuhan Yesus ini bukan minta-minta pemekaran Provinsi. Umat Allah di Keuskupan Merauke sedang sakit hati, lindungi mereka bukan bahwa mereka ke jalur yang tidak benar,” katanya.

Uskup Agung Merauke, Mgr Petrus Canisius Mandagi, MSC jelaskan lebih jauh, pemekaran ada kaitannya dengan dengan kemanusiaan. Di mana pemekaran sebagai sarana supaya manusia-manusia yang ada di Papua Selatan bertumbuh dan berkembanng dalam segala bidang.

‘’Itu sebagai sarana saja. Tetapi sarana itu penting. Karena dengan adanya pemekaran, uang pasti banyak masuk ke sini. Karena dapat pembagian kue seperti provinsi-provinsi lainnya. Kenapa tidak mau ambil pembagian kue dari pemerintah pusat. Kita bayar pajak, kekayaan kita dikirim ke Jakarta, tapi kue kita tidak ambil dan orang lain yang makan. Kalau kita tidak mau mekar berarti kita bodoh,’’ katanya dilansir Cepos Online.

Iapun mempertanyakan kepada pihak yang menolak pemekaran, apakah cukup mencintai Papua atau tidak. ‘’Atau ada pesanan-pesanan luar negeri. Lain kali kalau ada pesanan luar negeri, bikin kita bodoh,”tandasnya.

Uskup Mandagi meminta masyarakat di Papua untuk lebih banyak belajar dengan Provinsi Papua Barat yang saat pembentukannya banyak yang menolak pemekaran Papua Barat tersebut.

‘’Kita harus banyak belajar ke sana. Apakah hancur atau tidak. Nyatanya mereka maju. Banyak kemajuan setelah pemekaran. Bahkan, setelah pemekaran itu, tentu Papua Barat tidak mau lagi kalau mereka digabung kembali satu provinsi dengan Papua,’’kata Uskup. (Abeth Amoye You)

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
adminin
  • Website

Related Posts

Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori

Juli 7, 2026

Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori

Juli 5, 2026

Patroli Malam, Langkah Sunyi Prajurit Yonif TP 859/RBK Demi Rasa Aman Masyarakat Supiori

Juli 5, 2026

4 Komentar

  1. Maria duwitau SH on Mei 30, 2022 12:21 am

    Sangat setuju romoku yg luarbiasa amakibaeee ejogoo

    Reply
  2. Manfret on Mei 30, 2022 12:42 am

    Pesan yang hendak disampaikan mantap dan sangat logis. Mohon, editor untuk memperhatikan tata bahasa; preposisi, penulisan judul, tanda baca, dan pokoknya linguistik pada umumnya.

    Reply
  3. Abraham bagubau on Mei 30, 2022 11:54 am

    Orang Papua TDK butuh pemekaran Provinsi. Melainkan orang Papua butuh kedamaian di negeri ini . Orang Papua saat ini bagaikan tikus yang mati diatasi lumbung. Tugas Seorang imam berbicara atas domba2 tentang hal2 yg bagaimana daomba mengikuti cara hidup Kristus

    Reply
  4. Waleang tibul on Juni 1, 2022 10:45 pm

    Syalom salam sejahtera bagi kita semua 🙏
    Kami rakyat Papua meminta adalah. Pendeta dan uskup adalah mejaga domba melindungi umat manusia dr segala hal.bukan untuk membuat pemekaran daerah dob lucu sekarang bagaimana bapa bapa itu tugas tanggung jawab Anda sebagai pengurus partai pemerintah,urus kabupaten fungsi kerja bapa bapa Pdt dan uskup itu berarti kalian hamba Allah tidak tapi hamba uang 💰💸💸 💸💸💸 tdk ada tujuan asal jadi Pdt dan pastor kah ? Ini lucu banget hahahaha 🙏 Papua merdeka tetap merdeka 👊👊👊👊👊

    Reply
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori

Juli 7, 2026

FKJI Desak Aparat Hukum Segera Selidiki Muhammad Basri Terkait Polemik yang Mengguncang Gowa

Juli 6, 2026

Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori

Juli 5, 2026

Patroli Malam, Langkah Sunyi Prajurit Yonif TP 859/RBK Demi Rasa Aman Masyarakat Supiori

Juli 5, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori

Juli 7, 2026
Berita Terbaru
  • Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori
  • FKJI Desak Aparat Hukum Segera Selidiki Muhammad Basri Terkait Polemik yang Mengguncang Gowa
  • Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori
  • Patroli Malam, Langkah Sunyi Prajurit Yonif TP 859/RBK Demi Rasa Aman Masyarakat Supiori
  • Dugaan Penyelundupan Solar Subsidi Jalur Laut di Siwa Dipergunjingkan, APH Diharap Ungkap Dalangnya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.