Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, Agustus 29
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»HUKRIM»Tajuk: Dari SPBU ke Dermaga, Jejak Gelap Solar Subsidi di Sulsel Dibalik Bayang-bayang APH (Bag.28)
HUKRIM

Tajuk: Dari SPBU ke Dermaga, Jejak Gelap Solar Subsidi di Sulsel Dibalik Bayang-bayang APH (Bag.28)

Indotim NewsBy Indotim NewsApril 17, 2025Updated:April 17, 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
{"data":{"pictureId":"5681394e23f5461c8a63fa5567af5a0b","appversion":"4.5.0","stickerId":"","filterId":"","infoStickerId":"","imageEffectId":"","playId":"","activityName":"","os":"android","product":"lv","exportType":"image_export","editType":"image_edit","alias":""},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"source_type":"vicut","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","capability_name":"retouch_edit_tool"}"}
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

 Sulawesi Selatan bukan sekadar daerah transit, namun seakan menjadi ladang emas bagi ‘Garong’ BBM Solar Subsidi

Oleh: Zulkifli Malik

Subsidi solar di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan, pada tahun 2025 diatur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kuota subsidi solar secara nasional diperkirakan berada di kisaran 18,33 hingga 19,44 juta kiloliter (KL), sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari data perimbangan menyebutkan kuota subsidi solar sebesar 18,8 juta KL, menunjukkan adanya penyesuaian kecil dalam alokasi.

Penyesuaian kuota ini dilakukan dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan sebesar 5,2% pada tahun 2025.

Pemerintah juga berencana memperketat pengawasan distribusi subsidi solar untuk memastikan hanya pihak yang berhak yang dapat mengaksesnya.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi dan mengurangi beban subsidi yang ditanggung pemerintah.

Nah, solar bersubsidi yang mestinya dinikmati nelayan dan petani justru mengalir ke jeruji kepentingan bisnis ilegal, khususnya di wilayah Kota Makassar dan sejumlah kabupaten di Sulsel.

Jaringan yang rapi, sistematis, dan terorganisir menjadikan penyalahgunaan solar subsidi sebagai bisnis haram yang nyaris tak tersentuh hukum. Seperti yang kerap menjadi sorotan di Kota Makassar, Kabupaten, Maros, Pangkep, Gowa, Takalar, Wajo, Lutim, Palopo dan beberapa kabupaten lainnya

Modus operandi berjalan begitu halus. Di level bawah, oknum operator SPBU mengatur transaksi fiktif atau ganda dengan kendaraan-kendaraan modifikasi, yang tangkinya disulap agar mampu menampung puluhan liter solar dalam sekali isian.

Solar ini kemudian dikumpulkan dan dipindahkan ke tangki besar, menunggu distribusi selanjutnya. Semua berjalan tanpa hambatan berarti.

Jalur distribusi ilegal ini tak berhenti di darat. Di beberapa titik pesisir Sulsel, solar subsidi yang telah dikumpulkan diam-diam dikirimkan ke kapal-kapal besar yang beroperasi untuk kepentingan industri perikanan skala besar atau bahkan pertambangan di luar provinsi, seperti di Kabupaten Marowali, Sulteng.

Dermaga-dermaga, yang semestinya menopang ekonomi rakyat, justru menjadi saksi bisu konversi BBM rakyat menjadi barang dagangan ilegal.

Parahnya, praktik ini telah berlangsung bertahun-tahun. Nyaris menjadi rahasia umum di kalangan pelaku transportasi, pelaut, dan bahkan sebagian aparat.

Para pengepul tak pernah kekurangan pasokan, karena ada pihak-pihak yang menutup mata atau bahkan ikut menikmati keuntungan dari bisnis ini.

Ketika pelanggaran menjadi kebiasaan, maka keadilan hukum pun kehilangan taringnya.

Penegakan hukum pun tampak selektif. Seringkali yang tertangkap hanyalah sopir kecil atau pelangsir yang melakukan pembelian solar subsidi di SPBU tertentu.

Sementara aktor utama, pemilik modal, hingga oknum yang memuluskan distribusi ilegal ini tetap melenggang bebas.

Apalagi di Sulsel sederet nama perusahaan besar seolah mampu meredam dan membungkam aparat penegak hukum (APH).

Artinya, hukum menjadi panggung sandiwara, tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Ironisnya, kelangkaan solar subsidi sering menjadi keluhan masyarakat di pelosok Sulsel. Nelayan sulit melaut, petani kesulitan menggerakkan mesin, dan pelaku UMKM harus membeli solar eceran dengan harga tinggi.

Di saat yang sama, ribuan liter solar justru keluar dari sistem resmi dan masuk ke kantong para ‘garong’.

Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum seolah berjalan lambat menghadapi kenyataan ini.

Razia dan pengawasan dilakukan sesekali, namun tidak menyentuh akar masalah. Tanpa pembenahan sistem distribusi dan pengawasan yang ketat di SPBU serta jalur pelabuhan, bisnis ini akan terus hidup dan bahkan makin besar.

Sulsel perlu bertindak tegas. Penggunaan teknologi digital untuk pengawasan SPBU, transparansi distribusi BBM, dan pelibatan masyarakat sipil dalam pelaporan pelanggaran bisa menjadi awal perubahan.

Namun di Sulsel, semua itu tak akan berarti tanpa kemauan pemerintah dan keberanian aparat menindak pelaku utama, bukan sekadar kaki tangan di lapangan.

Sekedar menambahkan, di sejumlah daerah  mencolok aksi garong BBM Subsidi ini menjadi santapan media untuk diberitakan, tetapi APH seolah buta dan tuli.

Semisal di Kota Makassar, sejumlah SPBU seolah tak takut atau tak bergeming dengan kekuatan hukum yang mengancam.

Aksi penjualan Solar subsidi ke pelangsir dan pengepul berjalan mulus.

Toh, di balik aroma solar yang menyengat itu, tersimpan ironi tentang hak rakyat yang dirampas perlahan.

Sudah saatnya Sulsel keluar dari jebakan sistem gelap ini. Menertibkan jalur dari SPBU ke dermaga bukan sekadar tugas birokrasi, tapi kewajiban moral untuk mengembalikan BBM subsidi pada mereka yang berhak.

Karena itu APH wajib mensterilkan Sulsel dari aksi garong Solar subsidi yang hanya menjadi pecundang di negeri ini.

Ingat, Hukum tidak pernah tunduk dengan kekuatan mafia solar. Dan  APH diminta bertindak demi negara, bukan jadi penghianat dengan berkoorporasi para pelaku penyalahgunaan BBM Subsidi.

(Bersambung)

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

KOLOM: Mengapa Kejahatan Daring ‘Passobis’ di Sulsel Sulit Diberangus?

Agustus 26, 2026

Maulid Nabi Jadi Momentum Satbrimob Polda Sulsel Perkuat Polri Presisi dan Kepedulian Sosial

Agustus 25, 2026

KOLOM: Sindikat Passobis Sidrap dan Alarm Sulsel

Agustus 24, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Petugas Lapas Perempuan Sungguminasa Ikuti Habituasi Sarana Keamanan Borgol

Agustus 29, 2026

KOLOM: Mengapa Kejahatan Daring ‘Passobis’ di Sulsel Sulit Diberangus?

Agustus 26, 2026

Maulid Nabi Jadi Momentum Satbrimob Polda Sulsel Perkuat Polri Presisi dan Kepedulian Sosial

Agustus 25, 2026

Tegakkan Zero Halinar, Tim Patnal Kanwil Ditjenpas Sulsel Gelar Sidak di Lapas Perempuan Sungguminasa

Agustus 25, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Kapan Pembangunan Pertanian di Camba Bisa Tersentuh Pemkab Maros ?

Agustus 2, 2014
Berita Terbaru
  • Tingkatkan Kesiapsiagaan, Petugas Lapas Perempuan Sungguminasa Ikuti Habituasi Sarana Keamanan Borgol
  • KOLOM: Mengapa Kejahatan Daring ‘Passobis’ di Sulsel Sulit Diberangus?
  • Maulid Nabi Jadi Momentum Satbrimob Polda Sulsel Perkuat Polri Presisi dan Kepedulian Sosial
  • Tegakkan Zero Halinar, Tim Patnal Kanwil Ditjenpas Sulsel Gelar Sidak di Lapas Perempuan Sungguminasa
  • KOLOM: Sindikat Passobis Sidrap dan Alarm Sulsel
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.