Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, Juli 9
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»HUKRIM»Analisis: Celoteh Media Ungkap “Penggelapan” Solar Subsidi dari SPBU “Nakal” di Makassar ke Kapal. Oknum APH Terlibat? (Bag.73)
HUKRIM

Analisis: Celoteh Media Ungkap “Penggelapan” Solar Subsidi dari SPBU “Nakal” di Makassar ke Kapal. Oknum APH Terlibat? (Bag.73)

Indotim NewsBy Indotim NewsOktober 16, 2025Updated:Oktober 16, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

  Indikasi bisnis gelap BBM Solar Subsidi dari SPBU nakal ke kapal milik HDH menyeruak dan menjadi fokus sorotan sejumlah media di Sulsel. 

Oleh: Zulkifli Malik

Kasus dugaan penggelapan solar subsidi di Sulawesi Selatan (Sulsel), khususnya di Kota Makassar  kembali menjadi celoteh atau  sorotan sejumlah media lokal dengan terungkapnya dugaan keterlibatan dua kapal SPOB pengangkut BBM jenis Self Propelled Oil Barge (SPOB), masing-masing SPOB SN dan SPOB RS milik HDH yang secara ilegal mendistribusikan bahan bakar subsidi milik masyarakat Sulsel ke Kalimantan Selatan.

Sejumlah media menyorot, praktik ini selain membahas  persoalan teknis distribusi energi, di sisi lain mencerminkan lemahnya pengawasan dan pengendalian BBM subsidi yang harusnya diperuntukkan bagi rakyat kecil.

Distribusi ilegal yang berjalan sistematis ini menunjukkan indikasi adanya jaringan yang terorganisir dan melibatkan berbagai pihak, termasuk anggota aparat penegak hukum atau APH.

Fakta bahwa bahan bakar diperoleh dari penimbun dan pengoplos yang dikumpulkan hasil pembelian di SPBU nakal yang ada di Kota Makassar dan sekitarnya lalu ditampung HDH dan disiplin ke kapal milik pengusaha yang menunggu di Pulau Samalona,  menjadi penggelapan bisnis terstruktur yang merugikan negara secara signifikan.

Pengisian solar subsidi di Pelabuhan Galangan Makassar oleh kapal milik HDH dan selanjutnya dialirkan ke kapal berkapasitas besar milik pengusaha batu bara dari Kalsel memperlihatkan modus operandi yang rapi dan sulit dipantau.

Kapal besar yang menunggu hingga ribuan kiloliter solar menandakan besarnya volume solar subsidi yang dialihkan untuk kepentingan industri bukan rakyat.

Aktivitas ini tidak hanya merugikan fiskal negara karena solar subsidi adalah bantuan yang didanai oleh pajak rakyat, tetapi juga mengorbankan konsumen utama yakni masyarakat Sulsel yang berhak mendapatkan energi dengan harga terjangkau.

Tentunya, pengalihan solar ke sektor industri batu bara di luar provinsi menimbulkan ketimpangan distribusi dan ketidakadilan sosial.

Ditambah ulasan media tentang pengakuan oknum aparat mengklaim memiliki kontrak kapal dan menjadikan HDH sebagai mitra lembaga tempat ia bekerja, menunjukkan praktik kolusi dan nepotisme dalam jaringan mafia BBM ini.

Lebih parah lagi, dengan keterlibatan sejumlah aparat ikut menyeret pejabat tinggi kepolisian dan  mengindikasikan adanya perlindungan berlapis yang memperkuat eksistensi mafia ini.

Keterlibatan aparat negara dalam kasus ini menciptakan distorsi dalam penegakan hukum dan memperlambat fungsi negara dalam mengawasi distribusi BBM bersubsidi.

Hal ini justru meruntuhkan kepercayaan publik terhadap institusi keamanan yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberantas kejahatan semacam ini.

Media lokal di Sulsel juga memuat kritik keras dari Ketua Umum Perjosi, Salim Jati Mamma, terhadap lemahnya pengawasan negara adalah cermin kegagalan pemerintah dan aparat penegak hukum dalam melindungi hak-hak masyarakat.

Penindakan tegas dan transparan harus segera dilakukan agar mafia BBM tidak terus merajalela dan merugikan negara serta masyarakat kecil.

Lebih jauh, kasus ini menuntut adanya reformasi komprehensif mulai dari kontrol distribusi BBM di tingkat SPBU hingga sistem monitoring dan integrasi data yang bisa mendeteksi penyimpangan secara real time.

Teknologi dan sistem transparansi harus menjadi prioritas agar BBM subsidi benar-benar dinikmati oleh yang berhak.

Terakhir, pembongkaran jaringan mafia dengan pelindung aparat harus menjadi fokus utama untuk menjamin keadilan dan penegakan hukum yang efektif.

Ketidakadilan dalam distribusi BBM bukan hanya pencurian bahan bakar, tetapi juga pencurian hak dan kesejahteraan masyarakat yang selama ini mengandalkan subsidi sebagai bagian dari kebutuhan hidup sehari-hari.

Haruskan kejahatan ini hanya menjadi tontonan menarik APH? Ataukan ada keterlibatan maupun konspirasi gelap dalam memperoleh “cuan” dengan nilai yang besar? (Bersambung)

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

Sorak Piala Dunia Satukan TNI dan Rakyat! Nobar Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Aminweri Perkuat Kebersamaan di Supiori

Juli 8, 2026

Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori

Juli 7, 2026

Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori

Juli 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Sorak Piala Dunia Satukan TNI dan Rakyat! Nobar Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Aminweri Perkuat Kebersamaan di Supiori

Juli 8, 2026

Dukungan Mengalir Deras: Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Gowa Kunjungi Rumah Jabatan, MUI Imbau Husniah Talenrang Tetap Bertahan dan Jalankan Pemerintahan

Juli 8, 2026

Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori

Juli 7, 2026

Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori

Juli 5, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Sorak Piala Dunia Satukan TNI dan Rakyat! Nobar Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Aminweri Perkuat Kebersamaan di Supiori

Juli 8, 2026
Berita Terbaru
  • Sorak Piala Dunia Satukan TNI dan Rakyat! Nobar Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Aminweri Perkuat Kebersamaan di Supiori
  • Dukungan Mengalir Deras: Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Gowa Kunjungi Rumah Jabatan, MUI Imbau Husniah Talenrang Tetap Bertahan dan Jalankan Pemerintahan
  • Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori
  • Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori
  • Patroli Malam, Langkah Sunyi Prajurit Yonif TP 859/RBK Demi Rasa Aman Masyarakat Supiori
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.