BONE — Penanganan dugaan penyelundupan BBM bersubsidi jenis solar melalui jalur laut dari Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, menuju Kolaka kembali menjadi sorotan tajam.
Aktivis menilai aparat penegak hukum (APH) belum menunjukkan langkah serius untuk membongkar aktor utama di balik dugaan praktik ilegal tersebut.
Kasus yang mencuat pada 4 Juli 2026 itu ramai diperbincangkan publik setelah beredar dugaan pengangkutan solar subsidi menggunakan jeriken melalui kapal. Modus tersebut dinilai mengindikasikan adanya jaringan distribusi yang terorganisir.
Menurut seorang aktivis, persoalan ini bukan kejadian baru. Masyarakat, khususnya petani dan nelayan, disebut sudah lama merasakan dampaknya karena semakin sulit memperoleh solar subsidi.
“Yang sering ditindak justru pelansir kecil di SPBU. Sementara pihak yang diduga mengendalikan jaringan distribusi belum juga tersentuh,” tegasnya.
Ia menduga praktik tersebut melibatkan rantai distribusi yang tersusun rapi, mulai dari pengumpulan solar subsidi, penyimpanan, hingga pengiriman ke luar daerah melalui jalur laut.
Aktivis itu juga mengaku menerima informasi yang menyebut nama Fire dan Ari sebagai pihak yang diduga memiliki peran penting dalam jaringan pelansiran solar subsidi. Namun, informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dibuktikan maupun dikonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan.
Karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan jaringan tersebut, termasuk memeriksa siapa pun yang diduga terlibat apabila ditemukan bukti yang cukup.
Sementara itu, wartawan telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kapolres Wajo dan Kanit Tipidter Polres Wajo terkait dugaan aktivitas tersebut.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum memberikan tanggapan.
Wartawan juga menyatakan nomor kontak Kapolres Wajo diduga telah memblokir akses komunikasi setelah upaya konfirmasi dilakukan. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga berita ini dipublikasikan, Polres Wajo belum menyampaikan keterangan resmi terkait dugaan penyelundupan solar subsidi yang disebut-sebut terjadi di wilayah Siwa.
Desakan publik kini mengarah pada satu harapan, yakni agar aparat penegak hukum tidak berhenti pada pelansir di lapangan, tetapi mampu mengungkap siapa aktor utama apabila dugaan jaringan tersebut benar-benar terbukti. (RLS)

