Gowa – Malam hari bukan menjadi alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Demi memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan kondusif, Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa menggelar razia gabungan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026) malam.
Dimulai pukul 20.00 WITA, kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang diikuti jajaran petugas Lapas Perempuan Sungguminasa, personel BNNP Sulsel, Polri, dan TNI. Apel tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi, membagi tugas, serta memastikan seluruh proses penggeledahan berjalan sesuai SOP dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Satu per satu kamar hunian warga binaan kemudian diperiksa secara teliti. Petugas menyisir berbagai sudut kamar sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban, sekaligus memastikan tidak terdapat barang-barang terlarang di dalam blok hunian.
Tak hanya penggeledahan, kegiatan juga dilengkapi dengan pemeriksaan tes urine secara acak terhadap 11 warga binaan dan 10 petugas. Pemeriksaan dilakukan oleh tim medis Lapas bersama BNNP Sulsel.
Hasilnya, seluruh sampel menunjukkan hasil negatif dari penyalahgunaan narkoba.
Dalam penggeledahan tersebut juga tidak ditemukan narkotika, handphone, maupun senjata tajam. Petugas hanya menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di kamar hunian, seperti cermin kaca, rautan pensil alis, botol parfum kaca, baterai, botol semprot nyamuk, botol parfum besi, tumbler, hingga gelas besi.
Bagi Lapas Perempuan Sungguminasa, hasil tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk terus menjaga kondisi Lapas agar tetap aman dan kondusif. Penggeledahan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan rutin, tetapi juga sebagai langkah pencegahan dan penguatan pengawasan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Hj. Marwati, menegaskan pentingnya sinergi dengan seluruh pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas Lapas, tetapi membutuhkan sinergi dan komitmen bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kita terus memperkuat deteksi dini dan memastikan Lapas tetap bersih dari narkoba maupun barang-barang terlarang,” ungkapnya.
Razia gabungan ini menjadi wujud nyata implementasi Three Keys of Pemasyarakatan Maju, yakni deteksi dini, berantas narkoba, dan sinergi dengan APH.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Komitmen pun terus dijaga: menciptakan Lapas yang aman, tertib, humanis, dan bersih dari halinar (handphone, pungli, dan narkoba). (*)

