Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, Juli 10
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»HUKRIM»Martabat Hukum di Pusaran Garong BBM Solar Subsidi (Bag.41)
HUKRIM

Martabat Hukum di Pusaran Garong BBM Solar Subsidi (Bag.41)

Indotim NewsBy Indotim NewsJuni 10, 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

Penyelewengan  BBM Solar subsidi di Sulawesi Selatan telah menjelma menjadi penyakit kronis yang terus menggerogoti keadilan sosial dan kepercayaan publik terhadap negara. Jangan Sampai Martabat Hukum ikut Tercabit.

Oleh: Zulkifli M

Aktivitas ilegal ini bukan lagi sekadar tindak kriminal biasa, melainkan sebuah operasi sistematis yang terorganisir rapi, melibatkan jejaring oknum yang diduga memiliki kekebalan hukum, sehingga tak tersentuh meski berbagai pihak sudah lama menyuarakan keresahan.

Ironisnya, ketika aktivis LSM, mahasiswa, hingga organisasi kemasyarakatan secara konsisten menyuarakan dugaan praktik mafia BBM subsidi ini, aparat penegak hukum justru seperti membisu.

Seolah tidak tampak ada tindakan tegas, apalagi operasi besar-besaran yang mampu memotong akar dari rantai penyelewengan. Hukum seperti kehilangan giginya, tak mampu menggigit pelaku yang sudah berulang kali mempermainkan hak rakyat.

Namun beda dengan profesionalisme kepolisian di wilayah hukum Polres Bantaeng, masih memegang teguh penegakan hukum terkait dengan penyelewengan BBM Solar subsidi ini.

Hal ini dibuktikan dengan penegakan hukum atas dugaan aksi bongkar muatan merupakan transaksi penyelewengan BBM jenis solar subsidi ini dilakukan oleh PT Ronald Jaya Energi di Pelabuhan Mattoanging, Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Senin kemarin (9/6/2025), milik oknum.

Alhasil, Polres Bantaeng mengamankan sopir tangki dan Arif Febriyanto, Kepala Kamar Mesin (KKM) kapal TB MBS 22, kemudian membawa keduanya ke Polres Bantaeng untuk penindakan lebih lanjut.Statemen Kasat Reskrim AKP Achmad Marzuki menyatakan bahwa laporan akan diproses sesuai prosedur, dan pihak kepolisian serius menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan Solar subsidi ini.Di tempat terpisah, lagi kepolisian di wilayah hukum Polres Sinjai, juga mengamankan 5 unit mobil pengangkut solar dari Kabupaten Bulukumba Ditangkap yang akan  menuju Sulawesi Tengah.

Penggagalan pengiriman BBM Solar subsidi ini dibenarkan juga oleh Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP A. Rahmatullah, seperti yang dilansir dari makassar.tribunnews.com

Lalu bagaimana dengan  di sejumlah SPBU culas yang berkonspirasi dengan para pengepul atau pelangsir? 

Memang kerap terlihat antrean truk dan kendaraan modifikasi pengangkut solar terjadi hampir setiap hari. Pengawasan lemah, bahkan patut dicurigai bahwa sebagian APH justru menjadi bagian dari jaringan ini.

Bukannya membongkar praktik haram ini, yang terjadi justru pembiaran sistemik yang membunuh keadilan secara perlahan.

Berikut sejumlah data SPBU yang Acapkali disorot aktivis mahasiswa, LSM dan media beberapa bulan belakangan ini.

Yakni, SPBU di area Jalan Abdullah Dg Sirua Makassar, SPBU Tamangapa Makassar, SPBU Galangan Kapal Makassar, SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan (Samping Pabrik Cocacola Makassar, SPBU Kajuara Barru, SPBU Togo Lutim, SPBU Palakka Bone, SPBU Jalan Biru Bone, SPBU Laokang, Pangkep, SPBU di Ma’rang Pangkep, SPBU Segeri Pangkep, SPBU di Minasa Tene Pangkep.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika suara media pun tak lagi mampu menembus dinding kekuasaan yang membentengi para pelaku.

Liputan kritis, investigasi mendalam, hingga opini tajam dari jurnalis seolah hanya menjadi angin lalu. Tidak ada efek kejut, tidak ada dorongan perubahan. Seakan media sudah dikondisikan untuk menyingkir dari garis api permainan kotor ini.

Ketika media dan aktivis tidak lagi didengar, maka kita patut bertanya: siapa yang sedang dilindungi oleh aparat? Apakah pelaku-pelaku ini hanyalah operator lapangan dari kartel yang lebih besar, yang punya akses hingga ke jantung kekuasaan?

Jika demikian, maka rakyat kecil yang antre Solar dengan susah payah adalah korban dari permainan elit yang mengorbankan kepentingan publik demi keuntungan pribadi.

Ketiadaan penindakan tegas  dalam kasus ini mengindikasikan adanya kompromi kekuasaan dengan kejahatan.

Dalam teori negara, ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap mandat konstitusional, di mana negara seharusnya hadir untuk melindungi rakyat, bukan membiarkan hak-hak dasar mereka dirampas oleh kelompok predator yang menjelma menjadi mafia BBM.

Penyelewengan Solar subsidi bukan sekadar pencurian komoditas energi, melainkan perampasan hak sosial masyarakat miskin, petani, dan nelayan yang sangat bergantung pada Solar untuk menjalankan hidup mereka.

Ketika Solar langka di SPBU atau dijual dengan harga mahal di pasar gelap, maka efek dominonya adalah penderitaan struktural terhadap golongan paling rentan.

Pemerintah daerah pun seolah tidak berdaya. Sekalipun Gubernur, Bupati, atau Walikota bersuara, kebijakan seringkali berhenti di meja birokrasi tanpa implementasi lapangan yang tegas.

Koordinasi antara Pemda, Pertamina, Kepolisian, dan lembaga pengawasan lainnya seperti tidak pernah mencapai level eksekusi yang efektif. Ini bukan hanya soal kelambanan, tetapi potensi kompromi.

Masyarakat pun dibuat frustrasi. Mereka melihat sendiri, mendengar langsung, dan bahkan tahu siapa pelaku-pelaku pengangkutan Solar ilegal. Tapi ketika dilaporkan, tidak ada perubahan signifikan. Hukum menjadi panggung sandiwara yang hanya tegas kepada rakyat kecil, namun lunak terhadap pelaku kejahatan terorganisir.

Kini saatnya publik tidak hanya bersuara, tapi juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap struktur penegakan hukum di Sulawesi Selatan.

Aparat yang terlibat harus diadili, bukan hanya dipindah tugaskan. SPBU yang terbukti bermain harus ditutup, bukan sekadar diperingatkan. Jika negara masih punya wajah, maka wajah itu harus menunjukkan keberpihakan terhadap kebenaran.

Mafia Solar subsidi adalah wajah dari pengkhianatan terhadap cita-cita bangsa. Ini bukan hanya soal Solar, namun menakutkan,  sebuah bangsa bisa dikuasai oleh sekelompok kecil orang yang merampok sumber daya dengan restu diam-diam dari aparat dan pejabat.

Bila dibiarkan, maka bukan hanya BBM yang dirampas melainkan juga martabat hukum, kepercayaan publik, dan masa depan negeri ini. (Bersambung)

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

Sorak Piala Dunia Satukan TNI dan Rakyat! Nobar Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Aminweri Perkuat Kebersamaan di Supiori

Juli 8, 2026

Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori

Juli 7, 2026

Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori

Juli 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Sorak Piala Dunia Satukan TNI dan Rakyat! Nobar Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Aminweri Perkuat Kebersamaan di Supiori

Juli 8, 2026

Dukungan Mengalir Deras: Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Gowa Kunjungi Rumah Jabatan, MUI Imbau Husniah Talenrang Tetap Bertahan dan Jalankan Pemerintahan

Juli 8, 2026

Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori

Juli 7, 2026

Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori

Juli 5, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Sorak Piala Dunia Satukan TNI dan Rakyat! Nobar Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Aminweri Perkuat Kebersamaan di Supiori

Juli 8, 2026
Berita Terbaru
  • Sorak Piala Dunia Satukan TNI dan Rakyat! Nobar Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Aminweri Perkuat Kebersamaan di Supiori
  • Dukungan Mengalir Deras: Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Gowa Kunjungi Rumah Jabatan, MUI Imbau Husniah Talenrang Tetap Bertahan dan Jalankan Pemerintahan
  • Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori
  • Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori
  • Patroli Malam, Langkah Sunyi Prajurit Yonif TP 859/RBK Demi Rasa Aman Masyarakat Supiori
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.