Manggarai Timur – Aksi kekerasan oleh Kepala Desa (Kades) Nanga Mbaur terhadap aktivis Sugianto menambah noda kelam pada ruang aman demokrasi di Indonesia.
Kejadian ini diduga merupakan balasan atas suara kritis Sugianto soal pembangunan Kawasan Desa Mandiri Pariwisata (KDMP) di Nanga Mbaur.
Insiden terjadi di Kampung Mberu, Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 14.10 WITA.
Saat itu, Sugianto sedang menemani keluarganya membeli kambing di kompleks tersebut dan bermain HP.
Menurut keterangan Sugianto kepada polisi yang diterima media ini, tiba-tiba Kades Nanga Mbaur mendekat dari belakang dan memukul kepalanya sebanyak empat kali dengan tangan.
Belum puas, Kades sempat mengayunkan kayu kedondong ke arah kepala korban, meski berhasil dihindari.
“Saya langsung lari untuk mengamankan diri,” ungkap Sugianto saat ditemui di Polsek Sambi Rampas sore hari itu.
Saksi mata Nanang, yang berusaha melerai, juga menjadi sasaran. “Kades tidak segan menggunakan parang dalam aksinya,” katanya.
Warga Kampung Mberu yang enggan disebut namanya demi keamanan membenarkan bahwa Kades terlihat mengacungkan parang selama kejadian.
Kasus ini kini ditangani Polsek Sambi Rampas. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Kades Nanga Mbaur. (*)

