Gowa – Membangun komunikasi yang terbuka dan menciptakan suasana pembinaan yang humanis terus dilakukan oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Hj. Marwati, S.Ag., M.Si. Salah satunya melalui kegiatan NGOPI (Ngobrol Pagi) bersama warga binaan yang dilaksanakan pada Kamis pagi, (3/9/2026), bertempat di Lapangan Dalam Lapas Perempuan Sungguminasa.
Dalam kegiatan tersebut, Kalapas Hj. Marwati didampingi oleh Ka. KPLP Santy Sastriawati beserta jajaran komandan jaga. Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, namun tetap menjadi ruang bagi pimpinan untuk menyampaikan arahan sekaligus mendengarkan secara langsung kondisi dan aspirasi warga binaan.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Marwati menekankan pentingnya mematuhi seluruh aturan dan tata tertib yang berlaku di dalam Lapas. Kepatuhan terhadap aturan, menurutnya, merupakan bagian penting dari proses pembinaan sekaligus menjadi bekal dalam membangun sikap disiplin dan bertanggung jawab.
Selain itu, Kalapas mengajak seluruh warga binaan untuk senantiasa menjaga komunikasi serta membangun hubungan yang baik antarsesama. Kebersamaan, saling menghargai, dan menjaga suasana yang kondusif dinilai sangat penting untuk menciptakan lingkungan Lapas yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga binaan maupun petugas.
Hj. Marwati juga mendorong warga binaan untuk mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki dengan aktif mengikuti berbagai program pembinaan yang tersedia. Warga binaan diharapkan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memanfaatkan waktu selama berada di Lapas untuk memperoleh pengalaman, pengetahuan, serta keterampilan yang dapat menjadi modal ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Manfaatkan waktu selama berada di sini untuk belajar dan mengembangkan diri. Ikuti setiap kegiatan pembinaan dengan sungguh-sungguh, baik pembinaan kepribadian maupun keterampilan yang produktif,” pesan Hj. Marwati.
Pembinaan kepribadian, khususnya dalam bidang kerohanian, juga menjadi perhatian. Warga binaan didorong untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual, serta menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Di sisi lain, keterampilan produktif juga diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga warga binaan memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nantinya. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan di Lapas diharapkan tidak berhenti di dalam Lapas, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat di lingkungan tempat mereka kembali.
Melalui kegiatan NGOPI, Kalapas Perempuan Sungguminasa berharap komunikasi antara petugas dan warga binaan semakin terjalin dengan baik. Pendekatan yang humanis melalui dialog secara langsung menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pembinaan sekaligus membangun kesadaran warga binaan agar mampu menjalani proses pembinaan dengan penuh tanggung jawab.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, komunikatif, produktif, dan berorientasi pada perubahan positif, sehingga warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. (*)

