MAKASSAR– Hari Keenam Puasa, Pesantren Ramadhan UMI (17/4) membahas “Keberkahan Ramadhan” dengan narasumber Dr.Zainuddin, MH (Wakil Dekan IV Fakultas Hukum UMI). Hadir sejumlah dosen dan mahasiswa UMI, dipandu Host Dr.M.Ishaq Shamad dan Dr.Nurjannah Abna.
Dr.Zainuddin menjelaskan Bulan Puasa ibaratnya tamu membawa banyak berkah dan keistimewaan, sehingga tamu layaknya dihormati dan dihargai dengan amalan ibadah yang maksimal dari umat Islam. Selain itu, keberkahan bulan Ramadhan dapat dilihat setelah selesai puasa, apakah jamaah masih rajin ke masjid untuk ibadah shalat atau tidak. Disamping itu, keberkahan Ramadhan juga dilihat dari dimensi sosial untuk saling membantu satu sama lain, sehingga umat hidup yang layak dan sejahtera, harapnya.
Host Dr.M.Ishaq Shamad menambahkan puasa menurut Al-Gazali ada tiga macam, yakni puasa umum, khusus dan khusus bil khusus. Puasa umum, yakni menahan lapar, dahaga, dan tidak bercampur suami istri di siang hari. Sedangkan puasa khusus yakni menahan panca indra dari beragam godaan yang bisa membuat nilai pahala puasa berkurang. Adapun puasa khusus bil khusus, yakni ia setiap saat selalu ingat kepada Allah Swt, apapun yang ia kerjakan, jelasnya.
Hamid Sulaiman berkomentar bahwa puasa khusus bil khusus tentu sangat susah diterapkan, paling tidak tipe puasa khusus yang menjaga panca indra yang bisa diterapkan dalam menunaikan ibadah puasa, jelasnya.
Sedangkan Host Dr.Nurjanna Abna menyatakan biasanya puasa khusus bil khusus dipraktekkan para sufi yang sangat dekan Allah Swt melalui tariqah tertentu, sehingga bagi kaum awan hanya bisa menjaga panca indra saat menunaikan ibadah puasa di siang hari, jelasnya.
