JAYAPURA– Pastor Yance Wadogoubii Yogi, Pr, pimpinan Gereja Katolik Dekenat Moni – Puncak, Keuskupan Timika angkat bicara soal pernyataan Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C terkait dukungan dirinya pemekaran Provinsi Papua Selatan. Sebab bagi Mandagi dengan pemekaran, Papua Selatan akan lebih tumbuh dan berkembang.
“Uskup Merauke yang terkasih, jadilah Gembala yang baik di tanah Papua secara khusus wilayah adat Animha. Di Merauke, Bapa Uskup bertugas sebagai Gembala bukan urus pemekaran Provinsi. Tugas seorang Uskup atau Gembala adalah urus Keuskupanmu, bukan minta-minta Provinsi,” kata Pastor Yance Wadogoubii Yogi, Pr, Minggu, (29/5/2022).
Yogi yang juga sebagai Pastor Paroki St. Fransiskus Titigi, Intan Jaya ini menegaskan, alangkah baiknya Uskup Merauke memekarkan Keuskupan di wilayah Kevikepan Kepii menjadi sebuah Keuskupan baru agar kinerja sebagai seorang Gembala bagi umat Katolik lebih nampak.
“Mekarkan Keuskupan itulah jalurmu, bukan urus pemekaran, dan minta-minta Provinsi. Uskupku yang terkasih, keadaan Umat Allah di wilayah Keuskupan Ambon, adat istiadat, bahasa, cara hidup menggereja jauh bedah dengan kehidupan orang Papua, khusunya orang asli Papua di wilayah Keuskupan Merauke. Karena itu, uruslah mereka,” tegasnya.
Pastor yang selama ini hidup dan mati bersama masyarakat Intan Jaya dalam peperangan ini menegaskan, keadaan hari ini di Papua amat darurat kemanusiaan, sangat buruk sehingga tugas seorang Gembala dibutuhkan dalam melindungi umat Tuhan dalam situasi yang tidak kondusif ini.
“Hari ini orang-orang asli Papua bukan minta-minta kue, bukan minta-minta garam, bukan orang-orang bodoh. Tetapi hari ini orang asli Papua butuh kedamaian. Karena itu, keinginan Uskup Merauke jangan sampai ada lagi korban jiwa,” ujarnya.
Yogi juga mempertanyakan keberpihakan Uskup Merauke kepada orang asli Papua atas sejumlah masalah besar yang dialami orang asli Papua. “Kalau Bapa Uskup Merauke dukung pemekaran Provinsi, selama ini di mana suara kenabianmu, kita menjadi seorang Uskup, dan menjadi seorang Pastor itu kita hidup dan mati di tanah Papua, bukan di luar Papua, maka kita jalankan tugas kita jelas,” ucapnya.
“Kita sebagai imam yang telah sumpah janji di depan Tuhan Allah, kita harus turuti perintah Allah yakni jadikanlah semua bangsa menjadi muridku. Kata-kata Tuhan Yesus ini bukan minta-minta pemekaran Provinsi. Umat Allah di Keuskupan Merauke sedang sakit hati, lindungi mereka bukan bahwa mereka ke jalur yang tidak benar,” katanya.
Uskup Agung Merauke, Mgr Petrus Canisius Mandagi, MSC jelaskan lebih jauh, pemekaran ada kaitannya dengan dengan kemanusiaan. Di mana pemekaran sebagai sarana supaya manusia-manusia yang ada di Papua Selatan bertumbuh dan berkembanng dalam segala bidang.
‘’Itu sebagai sarana saja. Tetapi sarana itu penting. Karena dengan adanya pemekaran, uang pasti banyak masuk ke sini. Karena dapat pembagian kue seperti provinsi-provinsi lainnya. Kenapa tidak mau ambil pembagian kue dari pemerintah pusat. Kita bayar pajak, kekayaan kita dikirim ke Jakarta, tapi kue kita tidak ambil dan orang lain yang makan. Kalau kita tidak mau mekar berarti kita bodoh,’’ katanya dilansir Cepos Online.
Iapun mempertanyakan kepada pihak yang menolak pemekaran, apakah cukup mencintai Papua atau tidak. ‘’Atau ada pesanan-pesanan luar negeri. Lain kali kalau ada pesanan luar negeri, bikin kita bodoh,”tandasnya.
Uskup Mandagi meminta masyarakat di Papua untuk lebih banyak belajar dengan Provinsi Papua Barat yang saat pembentukannya banyak yang menolak pemekaran Papua Barat tersebut.
‘’Kita harus banyak belajar ke sana. Apakah hancur atau tidak. Nyatanya mereka maju. Banyak kemajuan setelah pemekaran. Bahkan, setelah pemekaran itu, tentu Papua Barat tidak mau lagi kalau mereka digabung kembali satu provinsi dengan Papua,’’kata Uskup. (Abeth Amoye You)


4 Komentar
Sangat setuju romoku yg luarbiasa amakibaeee ejogoo
Pesan yang hendak disampaikan mantap dan sangat logis. Mohon, editor untuk memperhatikan tata bahasa; preposisi, penulisan judul, tanda baca, dan pokoknya linguistik pada umumnya.
Orang Papua TDK butuh pemekaran Provinsi. Melainkan orang Papua butuh kedamaian di negeri ini . Orang Papua saat ini bagaikan tikus yang mati diatasi lumbung. Tugas Seorang imam berbicara atas domba2 tentang hal2 yg bagaimana daomba mengikuti cara hidup Kristus
Syalom salam sejahtera bagi kita semua 🙏
Kami rakyat Papua meminta adalah. Pendeta dan uskup adalah mejaga domba melindungi umat manusia dr segala hal.bukan untuk membuat pemekaran daerah dob lucu sekarang bagaimana bapa bapa itu tugas tanggung jawab Anda sebagai pengurus partai pemerintah,urus kabupaten fungsi kerja bapa bapa Pdt dan uskup itu berarti kalian hamba Allah tidak tapi hamba uang 💰💸💸 💸💸💸 tdk ada tujuan asal jadi Pdt dan pastor kah ? Ini lucu banget hahahaha 🙏 Papua merdeka tetap merdeka 👊👊👊👊👊