JAYAPURA – Pastor Oksianus K. Bukega, Pr melakukan misa perdananya di gereja Katolik Stase St. Simon Kirene Okomokebo pada Paroki Yohanes Pemandi Waghete, Dekenat Tigi, Keuskupan Timika, Selasa, (24/5) 2022).
Oksianus K. Bukege ini ditahbiskan menjadi Imam Katolik bersama dua rekannya RP Daniel Gobai, OFM dan RD Fransiskus A.W. Batlayeri, Pr oleh Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Leo Laba Ladja, OFM mentahbiskan tiga imam baru di Paroki Kristus Terang Dunia Waena, Minggu, (8/5/2022).
Misa perdana yang penuh khidmat itu dihadiri pula RD Fransiskus A.W. Batlayeri dan sejumlah Pastor lainnya seperti Pastor Paroki St. Yohanes Pemandi Waghete, Pastor Dekan Dekenat Tigi, Pater Damianus Yawina Adii, Pr, Pater Adrianto, SJ, Pater Fransiskus Utty, Pater Hillarius Pekey, Pr, Pater Benyamin Keiya, Pr, Pater Hubertus Magai, Pr, Pater Yoseph Bunai, Pr, Yan Puduuwiyai Douw, Pater Nikolaus Wakei, Pr dan Imam lainnya serta ribuan umat Katolik, Protestan dan lainnya itu berjalan aman, lancar dan sangat meriah.
Menurut Ketua Panitia Misa Perdana, Robby Pekei, acara tersebut merupakan bagian dari proses memuji Allah sebab dari daerah Okomodide sudah mulai tumbuh iman akan Kristus dengan lahirnya Imam Katolik dari Pastor Hillarius Pekey dan kini Pastor Bukega.
“Acara misa pertama dan misa syukur ini merupakan ungkapan hati dari para orangtua atau umat Paroki Waghete serta leluhurnya atas rahmat dan berkat Tuhan sehingga mendapatkan pembahan satu tenaga untuk pewartaan kabar gembira atau Firman Tuhan di wilayah meuwoo (tanah air suku Mee) untuk pelayanan Tota Manaa, Touye Manaa, Kabo Manaa dari Tuhan dan leluhurnya,” kata Robby Pekei.
Acara misa pertama dan misa syukur ini dilakukan dengan penjemputan imam baru berserta rombongan dengan tarian adat dari umat paroki Waghete degan berbagai kelompok tarian adat Koteka Moge dan kelompok tari menyampaikan selamat datang bapak Pastor dengan pengalungan bunga dan noken sebagai simbol rasa ucapan selamat datang dan selamat tiba imam baru di tanah
keluhurnya kampung Okomodide.
Imam baru beserta rombongannya dari Paroki Waghete menuju ke Okomo dengan diarak-arakan dengan tarian adat dan sampai tiba di halaman gereja dilanjutkan dengan upacara penobatan
nama adat atau pemberian nama secara adat oleh kelompok tarian adat gaupe dengan proses penyerahan kepada pihak gereja disambut oleh Dekan Tigi beserta imam lainya.
“Kelompok penari Gaupe mengantar imam baru dengan perarakan menuju Altar dengan pemberian Nama adat; Dimi Ekegai, Mana Ekegai dengan sebutan nama Ekegaibii Bukega. Jadi nama adatnya Pater Oksianus Ekegaibii Bukega Projo,” katanya menirukan kata-kata salah satu orangtua Bukege.
Pekei mengungkapkan puji syukur kepada Tuhan dan alam keluhur Okomodide sangat bangga karena tuhan telah melahirkan satu tim sukses Kristus di bumi dari Okomo.
Sesuai misa perayaan Ekaristi, Dekan Dekenat Tigi, Pastor Damianus Yawina Adii, Pr mengatakan, tanah leluhur Okomodide telah mempermuliakan dan mempersembahkan Pastor Bukega oleh umatnya karena tempat ini bersejarah bagi umat Katolik.
“Karena Okomo ini Gereja Katolik pertama di wilayah Tigi yang pertama kali mengadakan Sakramen Baptis bagi umat Katolik di Tigi sebelum pindah ke Waghete pada tahun 1949 -1954,” kata Pastor Adii.
Imam baru, Pastor Oksianus Ekadaiibi Bukega, Pr mengatakan, dirinya memiliki motto tahbisan ” LULUSKANLAH JALAN BAGI ALLAH (Yes: 40:3)”. Lanjut dia, umat Tuhan tidak membeda-bedakan marga, suku dan lainnya tapi bersatu untuk membangun daerah dan menjauhi dari segala penyakit sosial yang merugikan umat.
“Yang kita musuhi dan segala sesuatu yang dilarang oleh agama kita tegakan, sehingga ada perubahan pribadi, keluarga dan kelompok, menuju sikap untuk mempersiapkan diri menuju peradaban hidup baru baik dunia maupun di surga,” katanya. (*)

