Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, Juli 9
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»HUKRIM»Analisis: Negara Dipecundangi Mafia Solar Subsidi, Pengkhianatan Energi tak Berhukum di Sulsel (Bag. 47)
HUKRIM

Analisis: Negara Dipecundangi Mafia Solar Subsidi, Pengkhianatan Energi tak Berhukum di Sulsel (Bag. 47)

Indotim NewsBy Indotim NewsJuni 25, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

  Ketika negara disuguhi data tentang penyalahgunaan BBM subsidi yang masif, namun penanganannya justru tidak menampakkan nyala api penegakan hukum.

Oleh: Zulkifli Malik

Penindakan tebang pilih dan proses hukum yang cenderung “lembek” terhadap pelaku tertentu, menciptakan ruang gelap yang memperkuat persepsi publik bahwa ada tangan-tangan tak terlihat yang melindungi mafia ini dari jerat keadilan.

Bila aparat penegak hukum terlihat ragu-ragu untuk menindak secara tuntas, maka wajar jika muncul dugaan bahwa sebagian dari mereka justru berdiri bukan di barisan rakyat, melainkan menjadi pagar pelindung ladang kejahatan.

Kita tidak menuduh, tetapi realitas menunjukkan bahwa kejanggalan demi kejanggalan terlalu telanjang untuk diabaikan.

Tak dapat dibantah, penyimpangan BBM subsidi bukan sekadar urusan hukum biasa, ini adalah bentuk nyata pengkhianatan terhadap mandat negara.

Bagaimana tidak, energi yang seharusnya menjadi penggerak sektor nelayan, petani, dan transportasi rakyat justru dialirkan kepada pelaku-pelaku ekonomi gelap yang hanya memperkaya sekelompok orang di balik layar.

Di berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan, para pelaku penyimpangan BBM subsidi ini justru semakin berani.

Di Kabupaten Maros, misalnya, jaringan penimbun kerap beroperasi di kawasan pinggiran tanpa hambatan berarti. Di Gowa dan Takalar, sejumlah titik diduga menjadi jalur lintas distribusi BBM ilegal, namun aktivitas tersebut berjalan normal seolah tanpa pengawasan.

Lebih mencengangkan lagi, praktik serupa juga berlangsung di Bulukumba, Bone, dan Wajo. Di daerah-daerah ini, aktivitas pengoplosan atau penjualan solar subsidi di luar jalur resmi berlangsung secara terang-terangan.

Bahkan di Pinrang dan Barru, truk tangki dengan rute mencurigakan kerap terlihat mondar-mandir, namun nyaris tak pernah tersentuh operasi penegakan hukum yang serius.

Jika negara benar-benar berniat membersihkan sektor energi dari kerak-kerak penyimpangan, mengapa di wilayah-wilayah tersebut tak ada tindakan masif yang bisa menjadi peringatan bagi pelaku?

Apakah pengawasan hanya berfungsi di daerah yang sudah terlanjur viral, sementara daerah lain dibiarkan menjadi zona nyaman bagi para mafia?

Mafia BBM subsidi ini bukan bergerak sporadis, melainkan sistemik. Mereka membangun jaringan dengan logistik, informasi, dan bahkan perlindungan yang mengakar.

Mustahil praktik ini terus berulang tanpa ada bentuk pembiaran atau kegagalan sistemik dalam pengawasan dan penindakan.

Ketika aparat hanya fokus pada pelaku lapangan, sementara otak operasinya dibiarkan lepas, maka itu sama saja dengan memotong ranting dan membiarkan akarnya tumbuh kembali.

Sudah waktunya Presiden, Kapolri, dan lembaga pengawas keuangan negara turun langsung memeriksa ulang praktik distribusi BBM subsidi ini, tanpa hanya mengandalkan laporan dari bawah yang kerap disusun untuk menyenangkan atasan.

Karena laporan yang membaik belum tentu mencerminkan situasi sebenarnya di lapangan.

Negara harus memutus pola kronis ini. Tidak cukup dengan operasi sesaat atau jumpa pers kasus yang gemerlap tapi miskin tindak lanjut.

Tentunya, semua itu butuh pendekatan struktural, sistematis, dan berani menabrak zona nyaman oknum yang selama ini menganggap BBM subsidi adalah “ladang emas” pribadi.

Jika tidak serius, maka publik akan sampai pada kesimpulan pahit, negara ini bukan hanya kalah, tapi rela tunduk pada mafia yang mereka sendiri biarkan tumbuh.

Dan ketika mafia terus tumbuh tanpa lawan yang setara, maka rakyat tak hanya kehilangan solar, tetapi juga kehilangan harapan. (Bersambung)

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

Sorak Piala Dunia Satukan TNI dan Rakyat! Nobar Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Aminweri Perkuat Kebersamaan di Supiori

Juli 8, 2026

Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori

Juli 7, 2026

Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori

Juli 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Sorak Piala Dunia Satukan TNI dan Rakyat! Nobar Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Aminweri Perkuat Kebersamaan di Supiori

Juli 8, 2026

Dukungan Mengalir Deras: Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Gowa Kunjungi Rumah Jabatan, MUI Imbau Husniah Talenrang Tetap Bertahan dan Jalankan Pemerintahan

Juli 8, 2026

Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori

Juli 7, 2026

Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori

Juli 5, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Sorak Piala Dunia Satukan TNI dan Rakyat! Nobar Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Aminweri Perkuat Kebersamaan di Supiori

Juli 8, 2026
Berita Terbaru
  • Sorak Piala Dunia Satukan TNI dan Rakyat! Nobar Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Aminweri Perkuat Kebersamaan di Supiori
  • Dukungan Mengalir Deras: Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Gowa Kunjungi Rumah Jabatan, MUI Imbau Husniah Talenrang Tetap Bertahan dan Jalankan Pemerintahan
  • Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori
  • Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori
  • Patroli Malam, Langkah Sunyi Prajurit Yonif TP 859/RBK Demi Rasa Aman Masyarakat Supiori
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.