Gowa – Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa menerima kunjungan Tim Inspektorat Wilayah IV dalam rangka Penjaminan Kualitas Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi (SPIP-T) Tahun 2026 di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, pada Selasa, (14/7/2026.).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kepala Lapas tersebut diterima langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Yohani Widayati, didampingi jajaran pejabat struktural serta Tim SPIP Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa. Pendampingan dilakukan oleh Tim Inspektorat Wilayah IV yang dipimpin oleh Arman Syah Razak.
Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi berjalan secara efektif, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola organisasi, manajemen risiko, serta penguatan budaya pengendalian di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Ketua Tim Inspektorat Wilayah IV, Arman Syah Razak, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPIP Terintegrasi merupakan instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel.
“Penjaminan kualitas maturitas SPIP Terintegrasi bukan hanya berorientasi pada pemenuhan indikator penilaian, tetapi juga menjadi upaya membangun sistem pengendalian yang efektif, sehingga setiap proses kerja mampu mendukung terciptanya organisasi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas,” ujar Arman Syah Razak.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Yohani Widayati, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh Tim Inspektorat Wilayah IV. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat implementasi SPIP sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas kinerja organisasi.
“Pendampingan ini menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan bagi kami dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan SPIP Terintegrasi. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pengendalian intern sebagai fondasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas,” ungkap Yohani Widayati.
Melalui kegiatan ini, diharapkan implementasi SPIP Terintegrasi di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa semakin optimal sehingga mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, peningkatan kinerja organisasi, serta pelayanan publik yang berkualitas. (*)

