Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, Juli 9
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»HUKRIM»Tajuk: Kolaborasi Sistematis Penyalahgunaan BBM Solar Subsidi di Sulsel. (Bag.8)
HUKRIM

Tajuk: Kolaborasi Sistematis Penyalahgunaan BBM Solar Subsidi di Sulsel. (Bag.8)

Indotim NewsBy Indotim NewsMaret 10, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Pengungkapan Gudang Mafia BBM Solar Subsidi di Medan (Dok)
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

Penyalahgunaan BBM solar subsidi yang terus berlangsung tanpa tindakan hukum di Kota Makassar dan umumnya di Sulsel seolah menunjukkan adanya kejahatan terstruktur.

Oleh: Zulkifli Malik 

Kejahatan semacam ini biasanya melibatkan kolaborasi sistematis antar oknum yang berperan aktif dalam praktik tersebut dengan para ‘pecundang’  atau mafia BBM Solar Subsidi.

Dalam urusan BBM subsidi ini, indikasi adanya kerjasama antara perusahaan, operator SPBU, dan oknum yang seharusnya berdiri tegak lurus, memperkuat dugaan bahwa ini adalah kejahatan yang terorganisir.

Modus operandi mereka begitu licik, menyiasati aturan guna menyedot BBM solar subsidi yang disiapkan negara di seluruh SPBU.

Mereka menggunakan berbagai cara seperti menggandakan atau menggunakan barcode palsu ataupun  milik pengguna kendaraan lainnya untuk proses pengisian pada pelangsir atau pengepul.

Kendaraan khusus yang telah dimodifikasi digunakan oleh para kaki tangan mafia BBM untuk menyedot solar subsidi dalam volume besar.

Dari truk bak terbuka hingga mobil pribadi dengan tangki modifikasi yang mampu memuat hingga 500 liter per sekali sedot, mereka seolah  beroperasi tanpa henti. Penggunaan jerigen dengan dalih mengantongi rekomendasi instansi terkait juga menjadi salah satu modus mereka.

Kendaraan seperti truk atau pick-up dengan tangki modifikasi mampu memuat solar subsidi hingga 1000 liter atau satu ton.

Solar subsidi yang dibeli di SPBU nakal dengan harga Rp 6.800 per liter dijual kembali kepada penampung milik pengusaha dengan harga antara Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per liter.

Selanjutnya, perusahaan ekspedisi BBM ini mendistribusikan ke tambang di Morowali atau daerah lainnya, bahkan menjualnya dengan harga Rp 11.000 per liter.

Sekedar mengingatkan saja,  harga BBM solar industri yang seharusnya diperuntukkan bagi industri atau tambang saat ini bervariasi tergantung wilayah dan jenis produk.

Berdasarkan data terbaru Pertamina, harga solar industri non-subsidi (B40) berkisar sekitar Rp 22.600 per liter untuk wilayah tertentu seperti Sulawesi dan NTB.

Jika BBM solar tidak mendapatkan subsidi pemerintah, harga normalnya diperkirakan sekitar Rp 11.950 per liter. Namun, masyarakat hanya membayar Rp 6.800 per liter berkat subsidi sebesar Rp 5.150 per liter yang ditanggung oleh pemerintah.

Subsidi ini memungkinkan masyarakat menikmati harga yang lebih terjangkau, terutama untuk kebutuhan transportasi dan usaha kecil.

Pembiaran terhadap penyalahgunaan BBM subsidi tidak hanya menciptakan kerugian besar bagi negara, tetapi juga menunjukkan potensi kelemahan atau bahkan keterlibatan dalam sistem pengawasan.

Hal ini semakin menguatkan kesan di tengah masyarakat bahwa praktik-praktik tersebut didukung oleh mekanisme yang terorganisir, di mana setiap pihak memiliki perannya masing-masing untuk memastikan operasi ilegal tersebut terus berjalan tanpa gangguan pihak berkompeten.

Di Sulsel, penyalahgunaan BBM solar subsidi tidak lagi menjadi rahasia umum. Banyak kalangan yang beranggapan bahwa Sulsel adalah surganya pelaku kejahatan BBM solar subsidi.

Pembiaran terhadap kasus semacam ini mencederai kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan menciptakan preseden buruk bahwa hukum dapat diabaikan oleh kelompok tertentu.

Untuk memutus rantai kejahatan semacam ini, diperlukan tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH) yang seharusnya memberangus kejahatan yang merugikan rakyat dan negara.

Pengawasan dan penindakannya harus transparan dan menyeluruh sehingga tidak ada celah bagi oknum-oknum untuk memanfaatkan subsidi yang seharusnya menjadi hak rakyat.

Pihak berkompeten di Sulsel seharusnya bercermin pada kesuksesan kepolisian, yakni Bareskrim Polri, yang telah menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan mafia BBM.

 Keberhasilan Bareskrim Polri dalam mengungkap kasus penyalahgunaan BBM solar subsidi di Kabupaten Kolaka, Sultra, Tuban, Jawa Timur, dan beberapa daerah lainnya merupakan bukti komitmen besar kepolisian terhadap pemberantasan mafia BBM.

Hal ini seharusnya menjadi inspirasi bagi aparat penegak hukum di Sulsel untuk mengambil langkah serupa dan memastikan keadilan ditegakkan demi kepentingan rakyat dan negara.

Dengan penegakan hukum yang tegas, kolaboratif, dan transparan, diharapkan praktik penyalahgunaan BBM subsidi dapat dihentikan, memberikan keadilan bagi masyarakat, dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan memberangus prilaku kejahatan mafia BBM Solar Subsidi. (Bersambung)

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

Sorak Piala Dunia Satukan TNI dan Rakyat! Nobar Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Aminweri Perkuat Kebersamaan di Supiori

Juli 8, 2026

Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori

Juli 7, 2026

Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori

Juli 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Sorak Piala Dunia Satukan TNI dan Rakyat! Nobar Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Aminweri Perkuat Kebersamaan di Supiori

Juli 8, 2026

Dukungan Mengalir Deras: Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Gowa Kunjungi Rumah Jabatan, MUI Imbau Husniah Talenrang Tetap Bertahan dan Jalankan Pemerintahan

Juli 8, 2026

Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori

Juli 7, 2026

Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori

Juli 5, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Sorak Piala Dunia Satukan TNI dan Rakyat! Nobar Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Aminweri Perkuat Kebersamaan di Supiori

Juli 8, 2026
Berita Terbaru
  • Sorak Piala Dunia Satukan TNI dan Rakyat! Nobar Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Aminweri Perkuat Kebersamaan di Supiori
  • Dukungan Mengalir Deras: Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Gowa Kunjungi Rumah Jabatan, MUI Imbau Husniah Talenrang Tetap Bertahan dan Jalankan Pemerintahan
  • Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori
  • Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori
  • Patroli Malam, Langkah Sunyi Prajurit Yonif TP 859/RBK Demi Rasa Aman Masyarakat Supiori
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.