Gowa – Dalam upaya memperkuat pembinaan kepribadian dan membangun karakter positif warga binaan, Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa menerima kunjungan dan sosialisasi dari Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia (YPMBPBI), Kamis (8/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan pendidikan moralitas dan etika melalui Di Zi Gui, sebuah pembelajaran yang menekankan pentingnya nilai-nilai kebajikan, pengendalian diri, kerendahan hati, serta rasa hormat terhadap sesama. Melalui materi tersebut, warga binaan diajak memahami pentingnya membangun sikap dan perilaku yang baik sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih positif.
Selain pendidikan moralitas, kegiatan ini juga memperkenalkan program “Who Am I” dan “Universitas Kehidupan”, yang dirancang sebagai ruang refleksi diri melalui sesi interaktif. Program ini mengajak peserta untuk lebih mengenal diri sendiri, memahami nilai-nilai kehidupan, serta menumbuhkan kesadaran untuk terus memperbaiki diri. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara langsung maupun secara virtual melalui Zoom, sehingga dapat menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pelajar, masyarakat umum, hingga warga binaan.
Kepala Lapas Hj. Marwati menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan moral dan penguatan karakter merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan agar mampu membangun pola pikir, sikap, dan perilaku yang lebih baik.
“Kami menyambut baik kunjungan dan sosialisasi dari YPMBPBI. Kami berharap melalui pendidikan moralitas, refleksi diri, dan pembelajaran nilai-nilai kehidupan ini, warga binaan dapat semakin mengenali potensi dirinya, belajar mengendalikan diri, serta menumbuhkan sikap yang lebih positif. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Kalapas.
Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa terus berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga pada penguatan moral, pembentukan karakter, dan kesadaran diri.
Diharapkan, nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata bagi warga binaan untuk terus berbenah, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. (*)

