Oleh Petta Lamarupe‘
Mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, masyarakat berharap agar tidak terjadi kelangkaan seluruh jenis BBM, khususnya BBM subsidi solar, khususnya di Makassar dan Sulsel.
Kelangkaan BBM solar dapat berdampak luas, terutama bagi sektor transportasi dan industri yang sangat bergantung pada bahan bakar ini.
Masyarakat berharap ketersediaan BBM yang mencukupi akan memastikan kegiatan ekonomi tetap berjalan lancar, serta menghindarkan masyarakat dari kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat juga menaruh harapan besar kepada pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) dan Satgas yang dibentuk untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi, terutama solar.
Mafia BBM yang masih beroperasi secara gelap dapat menyebabkan kelangkaan dan harga BBM yang melambung tinggi, merugikan masyarakat luas.
Pengawasan yang ketat dan tindakan tegas sangat diperlukan untuk memastikan BBM subsidi benar-benar sampai kepada yang berhak dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dalam upaya untuk memastikan ketersediaan BBM selama liburan Natal dan Tahun Baru, PT Pertamina Patra Niaga sudah menemui Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh, untuk melaporkan kesiapan stok BBM.
Direktur SDM Pertamina Persero, Erry Sugiharto, menyatakan bahwa Satgas akan bertugas mulai 22 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025 untuk memastikan kebutuhan BBM di seluruh Indonesia, khususnya di Sulsel, bisa terpenuhi dan tidak terjadi antrean.
Mereka berharap, di tahun ini tidak ada antrean dan kuotanya cukup. Karena itu, APH dan Satgas wajib melakukan pengawasan ketat di seluruh SPBU.
Karena di Makassar dan beberapa daerah kabupaten di Sulsel, SPBU kerap menjadi sasaran pebisnis ‘haram’ solar subsidi.
Direktur SDM PT Pertamina Patra Niaga, Mia Krishna Anggraini, belum lama ini juga ber statemen, stok BBM saat ini masih cukup hingga akhir tahun.
Pertamina juga melakukan koordinasi dengan jajaran Pemprov Sulsel untuk memastikan tidak ada hambatan dalam distribusi BBM.
Pertamina pun menjamin. Untuk Sulsel kuota aman, stok aman, penyaluran bekerjasama penuh dengan Pemprov Sulsel memastikan tidak ada hambatan di SPBU selama Nataru serta berharap tidak ada bencana yang menghambat distribusi.
Dengan demikian, harapan masyarakat akan terpenuhi jika pemerintah, APH, dan Pertamina benar-benar serius dalam menjalankan pengawasan dan penegakan hukum terhadap distribusi BBM subsidi.
Sementara, Keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi dan melaporkan penyalahgunaan BBM juga menjadi kunci penting untuk menciptakan sistem distribusi yang bersih dan transparan.
Semoga upaya bersama ini dapat memastikan ketersediaan BBM subsidi yang mencukupi dan tepat sasaran, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025.

