MAKASSAR– Sebanyak 17 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia Timur (AMATIR) mengadakan aksi damai di depan Balai Prajurit M. Yusuf, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, pada Jumat (28/3).
Aksi tersebut bertujuan untuk menyatakan dukungan penuh terhadap pengesahan Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI), yang dinilai penting dalam memperkuat pertahanan negara.
Aksi yang dimulai pukul 16.00 WITA itu diwarnai dengan orasi dan bentangan lima spanduk yang membawa pesan dukungan. Beberapa tulisan pada spanduk tersebut berbunyi “Kami Mendukung RUU TNI”, “TNI untuk Rakyat”, dan “Rakyat Bersama TNI”.
Koordinator lapangan, Qadri, dalam orasinya menegaskan bahwa dukungan AMATIR terhadap RUU TNI didasarkan pada kajian mendalam mengenai urgensi regulasi tersebut bagi modernisasi dan profesionalitas TNI.
“Kami melihat bahwa Undang-Undang TNI yang telah disahkan sangat penting untuk mewujudkan TNI yang lebih profesional dan modern,” ujar Qadri di hadapan peserta aksi.
Ia juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang dianggap memiliki kepentingan asing dan berpotensi merusak persatuan bangsa.
Selain itu, Qadri menekankan pentingnya pengakuan terhadap TNI sebagai garda terdepan dalam menjaga pertahanan negara.
“TNI tidak hanya melindungi negara dari ancaman eksternal tetapi juga terus hadir membantu masyarakat dan pemerintah dalam berbagai situasi,” tambahnya.
Aksi damai ini berlangsung tertib di bawah pengawasan aparat keamanan dan diselesaikan sekitar pukul 16.30 WITA.
Para mahasiswa berharap bahwa suara mereka dapat memberikan kontribusi positif terhadap percepatan pengesahan RUU TNI dan memperkuat sinergi antara rakyat dengan TNI sebagai institusi pertahanan negara. (**).

