MAKASSAR– Bayangkan pulang kerja, membuka pintu rumah, tapi tiba-tiba dikepung puluhan orang berwajah garang yang menuntut Anda segera angkat kaki.
Itulah mimpi buruk yang dialami Umar Khattab Syukur, wartawan TVRI Sulawesi Selatan yang selama ini dikenal vokal menyuarakan isu-isu sosial di layar kaca.
Pada Jumat sore (17/4/2026) sekitar pukul 17.00 WITA, Umar baru saja melepas lelah di kediamannya di Sultan Alauddin II, Kompleks The Sultan Residence Blok A, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar. Tiba-tiba, sekelompok sekitar 20 orang dipimpin pria berinisial AS muncul di depan pintu.
“Segera kosongkan, keluar dari rumah ini. Kalau tidak, saya akan mengeluarkan paksa barang-barang yang ada di dalam rumah!” begitu kata-kata mengancam yang masih terngiang di telinga Umar.
Dengan jantung berdegup kencang, Umar memilih mengunci pintu rapat dan bertahan di dalam.
“Saya takut sekali, apalagi istri dan anak saya juga ada di rumah. Mereka berusaha membobol pintu, tapi saya tak mau keluar begitu saja,” cerita Umar dengan suara bergetar saat dihubungi wartawan.
Kelompok itu tak bergeming, menunggu hingga Umar menyerah.
Tak ingin kejadian berujung bencana, Umar segera lari ke Polrestabes Makassar untuk melapor. Laporannya langsung diterima Satreskrim dengan nomor LI/479/IV/2020/Res.1.24/Satreskrim Polrestabes Makassar/Polda Sulsel, tanggal 17 April 2026.
“Saya harap polisi cepat bertindak. Ini bukan cuma soal rumah, tapi keselamatan keluarga saya sebagai wartawan yang bekerja untuk masyarakat,” ujarnya penuh harap.
Hingga kini, polisi belum beri keterangan resmi, dan pihak AS juga belum bisa dihubungi. Kisah Umar ini mengingatkan di balik berita yang ditonton, para wartawan seperti dia juga butuh perlindungan agar tetap berani bersuara.
(*)

