MAKASSAR– Pergerakan Mahasiswa islam Indonesia (PMII) komisariat Uin Alauddin Makassar melaksanakan Sekolah islam gender dengan mengusung tema “Internalisasi nilai-nilai gender dalam menjawab fenomena patriarki dan diskriminasi” bertempat di art gallery – benteng somba opu, Makassar, sabtu, (26 /2/2022).
“Karena maraknya ketimpangan-ketimpangan gender oleh doktrin patriarki yang masih melekat dimasyarakat oleh sebab itu kata internalisasi ini diharapakan peserta dapat memahami nilai-nilai adil gender dan mengamalkanya sehingga hal itu bisa merekonstruksi pemikiran tentang patriarki dan diskriminasi,” beber Susan Alwia selaku ketua KOPRI (Korps Pergerakan Mahasiswa islam Indonesia Putri) Komisariat UIN Alauddin Makassar.
Sejalan dengan apa yang di harapkan oleh Rahmat, harapannya bagaimana peserta alumni Sekolah Islam Gender ini tetap loyal di PMII untuk kemudian bisa mentransferkan apa yang kemudian didapatkan didalam SIG ini kepada sahabat-sahabat wati yang lain.
Selain itu lanjut Rahmat (ketua Umum PMII komisariat Uin Alauddin Makassar) Diharapkan peserta SIG terus belajar karena forum forum SIG tidak berhenti pada forum formalnya saja tapi apa yang dilakukan setelahnya dan selepas dari situ kader kader kopri kembali kemasyarakat dan mereka sudah punya ciri khas tertentu.
Sekolah Islam Gender sementara ini masih beroperasi dan diperkirakan selesai pada Minggu, 20 Februari 2022.
Citizen journalis, Sofyan (Mahasiswa jurusan Peternakan UIN Alauddin Makassar)
