Makassar–Rencana Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendirikan Makassar in corporate yang di dalamnya ada Bank of Makassar, mendapat dukungan penuh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Selain itu, BPK juga mendukung langkah pasangan Syamsu Rizal ini mengembangkan smart city dengan kartu cerdas multiguna (smart card) yang bekerjasama PT Telkom, BRI, dan Microsoft tanpa menggunakan uang negara.
Dukungan itu diterima Danny, sapaan akrab Ramdhan, di tengah konsultasi pengurus Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia (Apeksi) yang dipimpin Ketua Apeksi Komisariat Wilayah VI Sulampapua, Marten A Taha, di Gedung BPK RI Jl Gatot Subroto, belum lama ini..
Dukungan disampaikan anggota III BPK Agus Joko Pramono didampingi auditor utama BPK RI Sjafruddin Mossi dan jajarannya.
Menurut Agus, berkaitan kebijakan inovasi dengan
kaidah dengan norma yang ada, perlu diapresiasi, termasuk rencana Makassar in Corporated. ”Saya dukung karena non APBD maupun APBN dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Agus disambut sumringah Danny dan sejumlah kepala daerah lainnya.
Agus menambahkan, bentuk kebijakan yang transparan dan mempercepat proses tanpa uang negara itu langkah yang baik, meski ada yang diuntungkan tidak masalah, krn memang pengusaha cari keuntungan.
Khusus smart card, juga sebuah bentuk transparansi apalagi berfungsi menjadi rekening sertifikasi guru.
“Dan inovasi Pak Danny perlu ditularkan ke pemerintah daerah lain,” kata Agus disambut tepuk tangan para audiens.
Intinya, BPK mendukung inovasi demi perbaikan pengelolaan keuangan.
Selain Danny, kepala daerah lain yang tergabung dalam Apeksi juga berkonsultasi banyak hal, utamanya mekanisme penganggaran dan pengelolaan keuangan, termasuk dana hibah, iuran Apeksi, tuntutan ganti rugi (TGR) dan masalah keuangan lainnya.
Walikota Gorontalo Marten A Taha yang juga Ketua Apeksi Komisariat Sulampua, turut hadir Wakil Walikota Kendari Musaddar Mappasomba, Walikota Ternatae Burhan Abdullah, Walikota Tomohon Ferdi Eman, Wakil Walikota Palu M Akil , sedang Danny didampingi Kepala Badan Keuangan dan Pengelolaan Aset Pemkot Makassar Erwin Syafruddin.(HK/RG
