MAKASSAR- – Video viral di media sosial yang menampilkan dugaan aktivitas pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) di sebuah SPBU Makassar memicu kekhawatiran publik terkait penyalahgunaan BBM subsidi.
Isu ini relevan mengingat pengawasan ketat pemerintah terhadap distribusi BBM subsidi seperti solar dan Pertalite, yang rentan disalahgunakan untuk kepentingan komersial ilegal.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan merespons cepat dengan investigasi lapangan, menunjukkan komitmen penegakan hukum di tengah maraknya hoaks digital.
Berdasarkan pengecekan langsung oleh tim Ditreskrimsus di lokasi SPBU, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Dr. Andri Ananta Yudhistira, SIK, MH mengonfirmasi bahwa BBM yang dibeli dalam video bukan termasuk kategori subsidi. Jenisnya adalah Dexlite, BBM non-subsidi yang bebas dari pembatasan volume pembelian.
Bukti pendukung meliputi struk transaksi dari SPBU dengan total nilai Rp10 juta, menandakan pembelian skala besar yang sah untuk non-subsidi.Keterangan pihak SPBU yang selaras dengan rekaman video, tanpa indikasi pelanggaran awal.
Investigasi kepolisian sementara ini dilakukan pada Jumat (13/3/2026), dengan penelusuran lebih lanjut untuk memverifikasi tujuan penggunaan BBM tersebut.
Nah, temuan ini membantah tuduhan pelanggaran subsidi, tetapi menyoroti kerentanan distribusi BBM non-subsidi terhadap penyalahgunaan potensial, seperti konversi ilegal ke sektor subsidi atau ekspor tanpa izin.
Nilai transaksi Rp10 juta menunjukkan pola pembelian bulk yang wajar untuk industri (misalnya transportasi atau konstruksi), namun memerlukan verifikasi rantai pasok untuk mencegah praktik “topping up” subsidi secara tidak langsung.
Dalam konteks Sulawesi Selatan, di mana konsumsi BBM tinggi akibat aktivitas logistik dan perikanan, kasus serupa berpotensi merusak kepercayaan publik jika tidak ditangani transparan.
Respons polisi mencerminkan pendekatan preventif, sejalan dengan regulasi Kementerian ESDM tentang pengawasan distribusi energi.Rekomasi Pengawasan ke DepanPerkuat integrasi data transaksi SPBU dengan sistem digital Pertamina untuk deteksi dini pembelian mencurigakan. (*)

