Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, Juli 8
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»DAERAH»Dewan Adat Mee: Ada sejumlah keanehan di dalam rentetan kebakaran ‘misterius’ di Dogiyai
DAERAH

Dewan Adat Mee: Ada sejumlah keanehan di dalam rentetan kebakaran ‘misterius’ di Dogiyai

admininBy admininMei 30, 2022Tidak ada komentar6 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Kebakaran rumah warga non Papua di Dogiyai pada Minggu, (21/5/2022) malam. Lokasi ini bersebelahan dengan Kantor Polsek Kamuu, Dogiyai - Ist
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

JAYAPURA– Dewan Adat Mee di Kabupaten Dogiyai, Papua akhirnya menurunkan sejumlah data terkait kebakaran yang terjadi di Idakebo, Mowanemani dan Bomomani. Dalam data yang dirilis, pihak Dewan Adat Mee di Dogiyai menyebutkan ada sejumlah hal keanehan atau kejanggalan yang perlu diperhatikan seksama.

Wakil ketua II Dewan Adat Mee di Dogiyai, Yulianus Agapa menegaskan, sejak bulan April sampai Mei 2022 yang menimpa kebakaran semua rumah dan kios baik di Moanemani, Bomomani dan Idakebo terjadi secara tiba-tiba yang waktunya pada malam hari mulai pukul 00.00 sampai dengan pukul 05 :00 subuh hari.

“Itu artinya semua masyarakat entah rumah dan kiosnya terbakar maupun masyarakat asli dalam keadaan tidur yang nyenyak. Maka mengapa pemilik rumah dan kios tidak ikut terbakar, ini yang menjadi pertanyaan besar bagi kami. Hal ini terutama kios di Ikebo yang dua lantai, di bawahnya kios dan di atasnya tempat tidur bagi pemilik kios. Apa itu berawal dari bagian bawah, orang yang sudah tidur nyenyak tapi pemilik kios yang tidur di atas bisa selamat. Apakah mereka terbang?,” ungkap Yulianus Agapa, Senin, (30/5/2022).

Ia mengaku, pihaknya meyakini semua rentetan kebakaran akan terungkap walaupun malam hari karena kebakaran pada tanggal 22 Mei masuk tanggal 23 Mei malam sudah terjadi di depan banyak masyarakat yang sudah lihat dengan mata dan dengar dengan telinga mereka, maka oknum baik perorangan atau Organisasi atau siapapun akan terungkap.

“Masyarakat juga sudah laporkan kepada kami, siapa yang membakar. Hari ini sedang rahasiakan bagi mereka. Yang penting pada saat akan melakukan pengambilan data harus melibatkan semua komponen masyarakat terutama mereka yang pada malam itu sudah melihatnya,” ujarnya.

Kebakaran misterius itu, kata Agapa, berturut-turut terjadi setelah orang asli Dogiyai melakukan aksi demonstrasi damai dan menyatakan sikap menolak hadirnya Mapolres, menolak hadirnya Kodim, menolak pembentukan DOB dan menolak Otsus Jilid II. “Lalu Pemerintah Kabupaten Dogiyai sudah mengeluarkan uang Rp 1 miliar, sehingga pembakaran terjadi selagi pimpinan 18 organisasi mengantar aspirasinya bersama Pansus DPRD,” ujarnya.

“Masyarakat sudah melihat dan menyaksikan bahwa sebelum rumah Toraja di belakang kantor Bank Papua, antara kios Nusantara itu terbakar, semua barang telah dikosongkan dan orangnya juga tidak tinggal dan dibakar pas pada malam hari yang besoknya tim Pansus DPRD Dogiyai berangkat ke Jayapura,” ungkapnya.

Sebelum kebakaran pada tanggal 22 Mei di Moanemani, lanjut dia pihaknya, dari pihak aparat keamanan menerbangkan drone (camera udara) di atas Kampung Ekemanida, Distrik Kamuu selama 40 menit lalu ditarik kembali.

“Pembakaran pada tanggal 22 Mei masuk 23 Mei 2022 terjadi sekitar pukul 22.00 WP, lokasinya bersebelahan atau satu pagar dengan kantor Polsek. Jika lokasinya seperti ini, pertanyaannya adalah masyarakat siapa yang berani masuk ke lingkungan Polsek pada malam. Dan waktu itu orang-orangnya masih bangun,” kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, setelah Rmrumah yang ada di atas Polsek terbakar, berbagai bunyi senjatapun mulai terdengar ramai. Ia perkirakan terdengar bunyi senjata pada pukul 23 sampai pukul 03.00 dini hari. “Dalam keadaan bunyi senjata yang ramai pula, terjadi lagi kebakaran di sekitar Puskesmas Mowanemani. Masyarakat siapa yang berani lakukan keonaran dalam keadaan bunyi senjata yang ramai itu untuk masuk dan membakarnya,” katanya bertanya.

Pada malam itu juga, ia mengaku, beberapa pondok jualan milik Mama-mama Papua pinggir jalan di terminal dan di Ikebo sudah dihancurkan oleh oknum yang membakarnya.

“Lalu yang di sekitar terminal itu balok dan papannya mereka pasang api di samping jembatan kali Tukaa,” ujarnya.

Sementara kejadian kebakaran di Idakebo dan Bomomani, ia membeberkan, mulai siang sampai sore hari mobil yang berjumlah sekitar lima sampai enam melalukan keliling menuju ke tempat yang akan terbakar kios nantinya.

“Malamnya bunyi mobil ramai sebelum detik-detik terbakarnya kios di Idakebo dan di Bomomani dan itu menurut masyarakat sekitarnya, saksi mata dan telinga sejumlah masyarakat sudah dengar,” kata Agapa.

Khusus pada hari yang akan terbakar sejumlah kios di Idakebo, ia mengungkapkan, pada sejumlah warga pribumi saat duduk di WiFi Bambu Kuning Mowanemani sekitar pukul 19.00 WP sekitar delapan sampai 10 mobil Hilux dan mobil Avanza menuju ke arah Idakebo dari Mowanemani dalam keadaan muatan di belakang kosong.

“Nah besoknya kami bercerita bahwa beberapa mobil yang lewat itu menjemput masyarakat yang kiosnya terbakar pada malam hari itu,” ucapnya.

Setelah pembakaran terjadi, tanggal 23 Mei dan 24 Mei semua kios di Mowanemani disuruh tidak usah buka oleh Aparat Keamanan, bagi yang buka akan dikenakan denda menurut salah satu pedagang.

“Kami duga hal itu dengan tujuan agar menciptakan situasi yang tegang dan tidak nyaman. Sementara itu penjual Mama Papua ramai jualan di sekitar kios dan perjalanan dekat kali Tukaa,” ujarnya.

Kantor KNPB dan rumah adat suku Mee atau dikenal dengan nama Emaawa milik Dewan Adat setempat adalah kantor penegak kebenaran atas hak-hak dasar arang asli Papua. Maka pihaknya mencurigai murni dibakar oleh pihak lawan terhadap kedua kantor tersebut.

“Karena kami orang Dogiyai sangat-sangat tidak mungkin melakukan hal itu, kalau ada orang Dogiyai yang membakar pasti ketahuan berarti dia itu adalah murni binaan atau difasilitasi oleh pihak lawan tadi;L. Kalau masyarakat atau pemuda Dogiyai yang bakar, kenapa mereka membakar rumah adat Emaawa yang menurut adat istiadat adalah hal yang sangat sakral,” ungkapnya.

Sekretaris Umum Dewan Adat Mee di Kabupaten Dogiyai, Alexander Pakage mengingatkan, hati-hati menyimpulkan hasil akhir penyelidikan tim Polda Papua, sebab hasilnya tidak sesuai fakta di lapangan, justru pihaknya akan akan mendesak sejumlah lembaga kemanusiaan seperti Komnas HAM, KontraS, SKPKC, dan lainnya untuk penyelidikan ulang.

“Untuk sementara ini kami seluruh komponen rakyat Dogiyai sedang menunggu semua pimpinan yang sedang membawah aspirasi penolakan ke Jayapura dan Jakarta. Maka kami Dewan Adat tidak mengizinkan sepihak (pihak tim aparat keamanan melakukan penyelidikan), karena penyelidikan sepihak pasti tidak akan membuahkan hasil yang memuaskan bagi semua pihak,” katanya tegas.

Ia menegaskan, kini pihaknya sedang menunggu kejujuran tim penyelidikan yang diturunkan Polda Papua. “Kami minta ungkapkan dengan benar dan bijak, karena saat ini ada tim penyelidikan dari Polda Papua yang sedang bekerja mengungkap pembakaran yang terjadi berturut-turut di Dogiyai dalam dua minggu,” kata dia.

Namun, ia menegaskan, jika pembakaran itu sengaja dilakukan oleh pihak yang ingin menghadirkan Mapolres dan Dandim, maka dugaan dan tuduhan sebelumnya akan dipermalukan ke publik di Papua bahkan Indonesia dan Internasional.

“Juga nama institusi Kepolisian dan TNI akan tercoreng karena dengan mengirim ratusan pasukan ke Dogiyai.
Hanya saja, jika masyarakat dituduh dan tuduhan tersebut yang akan menjadi hasil penyelidikan akhir oleh tim utusan Polda Papua, maka kedepan akan merusak kenyamanan, keamanan dan ketertiban semua pihak serta citra dari intitusi yang sedang menjalankan penyelidikan akan terancam luntur dan kepercayaan dari masyarakat Dogiyai dan Papua akan sirna,” ungkap dia.

Ia menegaskan, OAP di Dogiyai bukan orang bodoh dan tidak tahu filosofi hidup orang Mee tapi punya akal budi, yang tahu adat-istiadat sehingga jangan dikambinghitamkan. (Abeth Amoye You)

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
adminin
  • Website

Related Posts

Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori

Juli 7, 2026

Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori

Juli 5, 2026

Patroli Malam, Langkah Sunyi Prajurit Yonif TP 859/RBK Demi Rasa Aman Masyarakat Supiori

Juli 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori

Juli 7, 2026

FKJI Desak Aparat Hukum Segera Selidiki Muhammad Basri Terkait Polemik yang Mengguncang Gowa

Juli 6, 2026

Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori

Juli 5, 2026

Patroli Malam, Langkah Sunyi Prajurit Yonif TP 859/RBK Demi Rasa Aman Masyarakat Supiori

Juli 5, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori

Juli 7, 2026
Berita Terbaru
  • Nobar Piala Dunia Yonif TP 859/RBK Bersama Masyarakat Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Supiori
  • FKJI Desak Aparat Hukum Segera Selidiki Muhammad Basri Terkait Polemik yang Mengguncang Gowa
  • Di Balik Sorak Piala Dunia, Ada Kehangatan yang Menyatukan Prajurit Yonif TP 859/RBK dan Masyarakat di Supiori
  • Patroli Malam, Langkah Sunyi Prajurit Yonif TP 859/RBK Demi Rasa Aman Masyarakat Supiori
  • Dugaan Penyelundupan Solar Subsidi Jalur Laut di Siwa Dipergunjingkan, APH Diharap Ungkap Dalangnya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.