Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, Agustus 24
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»RAGAM»OPINI»EDITORIAL: Alun‑Alun Pancur Batu, Simbol Pemborosan atau Alarm Tata Kelola?
OPINI

EDITORIAL: Alun‑Alun Pancur Batu, Simbol Pemborosan atau Alarm Tata Kelola?

Indotim NewsBy Indotim NewsJuni 17, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

 Alun‑alun yang baru diresmikan pada 10 Maret 2026 di Kecamatan Pancur Batu dirancang menjadi ruang publik bernilai sosial.

Anggarannya tercatat Rp1.163.548.455,22 menurut LPSE Kabupaten Deli Serdang  nominal yang seharusnya menjamin kualitas konstruksi dan keberlanjutan pemeliharaan.

Kenyataannya, hanya dalam hitungan bulan fasilitas itu sudah memperlihatkan tanda‑tanda kelalaian: genangan air, dinding dan partisi rusak, sampah berserakan, dan ketiadaan manajemen pemanfaatan ruang.

Kondisi ini bukan sekadar soal estetika; ia memunculkan pertanyaan mendasar tentang komitmen pengelolaan uang rakyat.

Pertama, pembangunan tanpa rencana pasca‑serah terima adalah filosofi yang salah. Banyak proyek publik berakhir baik di atas kertas perencanaan, kontrak, seremonial peresmian tetapi rapuh ketika sudah diserahkan ke publik tanpa mekanisme pemeliharaan yang jelas.

Anggaran miliaran menjadi sia‑sia jika tidak diiringi SOP pemeliharaan, alokasi dana operasional, dan penunjukan penanggung jawab yang konsisten. Pengalaman lapangan di Pancur Batu mengindikasikan kemungkinan besar tidak ada kesiapan demikian.

Kedua, fungsi pengawasan lokal harusnya konkret, bukan simbolik. Alun‑alun itu berada sekitar 200 meter dari kantor Camat. Jarak itu menegaskan bahwa pengawasan bukan masalah kemampuan fisik, melainkan komitmen birokrasi. Camat dan jajaran kecamatan memiliki tugas dalam menjaga ketertiban, kebersihan, dan pemanfaatan ruang publik.

Jika pengawasan tidak dilakukan atau diabaikan, itu mencerminkan masalah tata kelola yang lebih luas: dengan peran pejabat yang pasif dalam pemeliharaan aset daerah.
Ketiga, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi tolok ukur respons pejabat publik.

Upaya sejumlah awak media  untuk meminta klarifikasi kepada Camat melalui saluran komunikasi mendapat hambatan, wartawan melaporkan kontak diblokir. Sikap menutup diri dari pertanyaan publik hanya memperparah kecurigaan masyarakat.

Bukan soal mencari kambing hitam, ini soal memperlihatkan bahwa pejabat bersedia bertanggung jawab dan menjelaskan langkah perbaikan yang akan ditempuh.

Namun sebelum melabeli sebagai pemborosan atau korupsi, perlu disikapi dengan obyektif dengan  masalah bisa berasal dari beberapa sumber kualitas konstruksi yang tidak sesuai spesifikasi, cacat perencanaan drainase, atau memang ketiadaan dana pemeliharaan.

Tuduhan serius harus didasarkan pada bukti audit teknis dan kajian dokumen serah terima. Nah, di sinilah fungsi kontrol publik dan institusi pengawas menjadi penting.

Rekomendasi kebijakan singkat
Segera lakukan audit teknis oleh Dinas PU atau instansi berwenang untuk menilai kualitas pekerjaan dan kesesuaian spesifikasi kontrak.

Kecamatan harus segera menyusun SOP operasional Alun‑alun dengan jadwal pembersihan, pengendalian pedagang, dan penunjukan penanggung jawab harian.

Alokasikan dana pemeliharaan di APBD kecamatan atau lakukan kerja sama dengan komunitas lokal untuk pengelolaan sementara.

Jika audit menunjukkan penyimpangan teknis yang merugikan, serahkan temuan ke Inspektorat Daerah untuk tindakan hukum atau administrasi.

Nah, soal sistem, bukan sekadar individu
Kemarahan publik terhadap fisik alun‑alun yang cepat lapuk adalah wajar. Namun solusi yang efektif bukan melulu mencari satu aktor untuk disalahkan melainkan memperbaiki sistem pengadaan, serah terima, dan pemeliharaan aset publik.

Uang rakyat dipertaruhkan, maka tata kelola juga harus diperbaiki: transparan, akuntabel, dan responsif. Camat, dinas terkait, dan legislatif kabupaten mesti mengambil tanggung jawab kolektif agar proyek bernilai sosial tidak menjadi monumen kelalaian. (*)

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

Lagi, Warga Gowa Desak Bupati Mundur

Agustus 24, 2026

GRH Soroti Foto Ketua KONI Makassar Bersama Kajari: Jangan Sampai Penanganan Kasus Hibah Rp15 Miliar Terpengaruh Kedekatan

Agustus 18, 2026

KOLOM: Percepatan RUU Perampasan Aset, Partisipasi Publik Vs Tekanan Politik? 

Agustus 18, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Lagi, Warga Gowa Desak Bupati Mundur

Agustus 24, 2026

Senam Rutin dan Penutupan Porseni Semarakkan HUT ke-81 RI di Lapas Maros

Agustus 22, 2026

Peringati HUT RI ke-81, 263 Warga Binaan Lapas Perempuan Sungguminasa Terima Remisi Kemerdekaan

Agustus 20, 2026

GRH Soroti Foto Ketua KONI Makassar Bersama Kajari: Jangan Sampai Penanganan Kasus Hibah Rp15 Miliar Terpengaruh Kedekatan

Agustus 18, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Kapan Pembangunan Pertanian di Camba Bisa Tersentuh Pemkab Maros ?

Agustus 2, 2014
Berita Terbaru
  • Lagi, Warga Gowa Desak Bupati Mundur
  • Senam Rutin dan Penutupan Porseni Semarakkan HUT ke-81 RI di Lapas Maros
  • Peringati HUT RI ke-81, 263 Warga Binaan Lapas Perempuan Sungguminasa Terima Remisi Kemerdekaan
  • GRH Soroti Foto Ketua KONI Makassar Bersama Kajari: Jangan Sampai Penanganan Kasus Hibah Rp15 Miliar Terpengaruh Kedekatan
  • APAK dan GRH Desak IAS Ambil Sikap Tegas Demi Menjaga Marwah Partai Golkar dan Kepercayaan Publik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.