Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, April 21
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»RAGAM»GRD Gelar Aksi Hari Tani Nasional: Kecam Perampasan Tanah dan Kriminalisasi Petani
RAGAM

GRD Gelar Aksi Hari Tani Nasional: Kecam Perampasan Tanah dan Kriminalisasi Petani

Indotim NewsBy Indotim NewsSeptember 25, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

Makassar – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional 2025 di pertigaan Jalan Alauddin–Pettarani, Rabu (24/9/2025).

Massa aksi membawa poster berisi tuntutan, membakar semangat dengan orasi politik yang menyoroti ketimpangan agraria yang tak kunjung terselesaikan.

Jenderal lapangan aksi, Doni, menegaskan bahwa peringatan Hari Tani Nasional kali ini adalah bentuk perlawanan terhadap absennya negara dalam menjamin keadilan bagi petani. Menurutnya, pemerintah justru berpihak pada korporasi dengan membiarkan praktik perampasan tanah, penggusuran masyarakat adat, hingga kriminalisasi pejuang agraria.

“Seharusnya negara hadir melindungi petani, tetapi faktanya negara malah menjadi pelindung korporasi. Proyek strategis nasional (PSN) dijadikan dalih untuk menggusur rakyat, sementara tidak ada manfaat nyata bagi kesejahteraan petani,” tegas Doni.

Ia juga mengecam keras keterlibatan aparat kepolisian dan TNI dalam konflik agraria. Alih-alih menjaga rakyat, aparat justru disebut berubah menjadi alat bisnis untuk melanggengkan kepentingan pengusaha di sektor tanah.

“Hari ini polisi dan tentara bukan lagi pengayom rakyat, tetapi penjaga bisnis yang tega melakukan perampasan, pengusiran, hingga pembunuhan terhadap petani yang mempertahankan tanahnya,” ujarnya.

GRD menegaskan enam poin tuntutan utama dalam aksi tersebut:

1. Tanah untuk rakyat, ganyang perampas tanah.

2. Bebaskan seluruh tahanan politik tanpa syarat.

3. Wujudkan reforma agraria sejati.

4. Hentikan kriminalisasi masyarakat adat dan petani.

5. Tolak perampasan tanah serta ruang hidup rakyat atas nama PSN.

6. Cabut UU TNI, kembalikan tentara ke barak, dan wujudkan upah layak bagi buruh.

 

Di penghujung aksi, Doni menutup orasinya dengan seruan keras: “GRD mengutuk keras setiap bentuk keterlibatan aparat dalam kekerasan, perampasan, dan penghilangan nyawa petani. Tanah adalah hak rakyat, bukan milik korporasi!”

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah

April 18, 2026

ANALISIS: Apakah Instruksi Presiden itu Berlaku Soal Penegakan Hukum mafia BBM Solar Subsidi di Sulsel? (Bag.114)

April 18, 2026

ANALISIS: Menggagas Penegakan Tipikor, Potong Rantai Mafia Solar. Benarkah tak Ada Ruang Bagi Pelaku Kejahatan di Sulsel? (Bag.113)

April 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Komitmen Tegas, Lapas Perempuan Sungguminasa Deklarasikan Zero Narkoba dan Handphone Ilegal Tahun 2026

April 20, 2026

Lapas Maros Hadirkan Pembinaan Humanis bagi Warga Binaan Lansia

April 19, 2026

Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah

April 18, 2026

ANALISIS: Apakah Instruksi Presiden itu Berlaku Soal Penegakan Hukum mafia BBM Solar Subsidi di Sulsel? (Bag.114)

April 18, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Komitmen Tegas, Lapas Perempuan Sungguminasa Deklarasikan Zero Narkoba dan Handphone Ilegal Tahun 2026

April 20, 2026
Berita Terbaru
  • Komitmen Tegas, Lapas Perempuan Sungguminasa Deklarasikan Zero Narkoba dan Handphone Ilegal Tahun 2026
  • Lapas Maros Hadirkan Pembinaan Humanis bagi Warga Binaan Lansia
  • Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah
  • ANALISIS: Apakah Instruksi Presiden itu Berlaku Soal Penegakan Hukum mafia BBM Solar Subsidi di Sulsel? (Bag.114)
  • Semarak Kebersamaan di Balik Tembok: Porseni HBP ke-62 Resmi Dibuka di Lapas Perempuan Sungguminasa
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.