Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, April 18
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»Featured»Hari Kedelapan Pesantren Ramadhan Virtual UMI, Prof.Dr.H.Salim Basalamah,SE, M.Si: Tiga Sifat dalam Layanan Islami di Bulan Suci ini
Featured

Hari Kedelapan Pesantren Ramadhan Virtual UMI, Prof.Dr.H.Salim Basalamah,SE, M.Si: Tiga Sifat dalam Layanan Islami di Bulan Suci ini

admininBy admininApril 22, 2021Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

MAKASSAR– Hari Kedelapan Pesantren Ramadhan Virtual UMI membahas “Tiga Sifat dalam Layanan Islami di Bulan Ramadhan” dipaparkan oleh Wakil Rektor 2 UMI Prof.Dr.H.Salim Basalamah,SE, M.Si (20/4). Hadir sejumlah dosen dan mahasiswa serta calon mahasiswa baru UMI, dipandu Host Dr.M.Ishaq Shamad dan Dr.Nurjannah Abna.

Prof.Salim Basalamah menjelaskan ada tiga hal yang perlu diterapkan dalam melayani mahasiswa di UMI, yakni sifat wara’, yakni sifat yang sederhana, tidak sombong dalam memberikan layanan, sebab mahasiswa ibaratnya adalah raja yang dilayani, tanpa mahasiswa, maka tidak ada pelayanan di kampus.

Selanjutnya sifat qanaah, yakni merasa cukup denga napa yang sudah dimiliki, sehingga tidak ada ambisi untuk mendapatkan yang lebih.

Tetapi sebaliknya sifat ketiga yang selalu bersyukur terhadap apa yang telah diperoleh, mensyukuri nikmat Allah Swt, akan ditambah nikmat olehNya.

Host Dr.M.Ishaq Shamad menambahkan jika sifat wara’ sangat penting dalam menjalankan ibadah puasa, sebab dengan begitu, akan menghindarkan kita segala perbuatan yang dapat menjerumuskan ke dalam dosa. Puasa mendidik kita untuk mampu menahan diri dari segala godaan yang mengarah kepada sifat-sifat yang tercela. Namun ada pengembangan makna dan implementasi dari sifat wara’ ini, jika dulu para Sufi mengartikan wara’, artinya meninggalkan kehidupan duniawi, tidak mengejar harta dan jabatan. Namun sekarang makna wara’, diartikan memiliki sikap yang tidak meninggalkan kehidupan dunia dan jabatan, tetapi ia tidak diperbudak oleh harta dan jabatan. Malah dengan harta dan jabatan yang ia peroleh, digunakan untuk membantu sesama dan berada di jalan Allah Swt. Diceritakan dalam sejarah salah satu sahabat Nabi, Abdurrahman bin Auf, dikenal kaya, dan ia mau jatuh miskin dengan menggunakan hartanya membeli kurma busuk, tetapi ia gagal jatuh miskin, karena kurma busuk sangat laku dibeli dari negara tetangga yang sangat membutuhkannya untuk pengobatan. Oleh karena itu, tidak apa-apa menjadi orang kaya dan pejabat, tetapi hati dan pikirannya tetap menegakkan keadilan dan kebaikan untuk umat dan kemanusiaan, jelasnya.

Host Dr.Nurjanna Abna menambahkan, salah satu ciri orang yang wara’, adalah memakan makanan dan minuman yang halal, dan ia menghindari hal-hal yang syubhat (tidak jelas halal-haramnya). Dikomentari oleh Dr.M.Ishaq Shamad tentang seorang ulama besar bernama An Nukman yang melihat buah apel hanyut di Sungai. Ia kemudian mengambilnya, tetapi sebelum buah apel itu dimakan, terlebih dahulu ia menemui pemilik kebun apel tersebut dan meminta halalnya. Namun pemiliki kebun tersebut sangat terkesan dengan adab dan akhlaq an Nukman, sehingga ia memintanya untuk menikahi putrinya, jika buah apel tersebut mau dihalalkan, dan akhirnya dinikahi. Ini memberi pembelajaran bagaiman seorang ulama menjaga diri dari memakan makanan yang tidak halal, jelasnya

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
adminin
  • Website

Related Posts

Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah

April 18, 2026

ANALISIS: Apakah Instruksi Presiden itu Berlaku Soal Penegakan Hukum mafia BBM Solar Subsidi di Sulsel? (Bag.114)

April 18, 2026

ANALISIS: Menggagas Penegakan Tipikor, Potong Rantai Mafia Solar. Benarkah tak Ada Ruang Bagi Pelaku Kejahatan di Sulsel? (Bag.113)

April 16, 2026

Comments are closed.

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah

April 18, 2026

ANALISIS: Apakah Instruksi Presiden itu Berlaku Soal Penegakan Hukum mafia BBM Solar Subsidi di Sulsel? (Bag.114)

April 18, 2026

Semarak Kebersamaan di Balik Tembok: Porseni HBP ke-62 Resmi Dibuka di Lapas Perempuan Sungguminasa

April 18, 2026

Menata diri dengan Iman, Warga Binaan Rutan Makassar Aktif Ikuti Pengajian

April 18, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah

April 18, 2026
Berita Terbaru
  • Ketika Wartawan TVRI ini Dikepung Puluhan Orang yang Akan Usir Keluarganya dari Rumah
  • ANALISIS: Apakah Instruksi Presiden itu Berlaku Soal Penegakan Hukum mafia BBM Solar Subsidi di Sulsel? (Bag.114)
  • Semarak Kebersamaan di Balik Tembok: Porseni HBP ke-62 Resmi Dibuka di Lapas Perempuan Sungguminasa
  • Menata diri dengan Iman, Warga Binaan Rutan Makassar Aktif Ikuti Pengajian
  • Apel Pagi Dirangkaikan Pelepasan Pejabat, Lapas Maros Beri Penghargaan atas Pengabdian dan Dedikasi
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.