Gowa – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II Sungguminasa terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi para warga binaan. Salah satu kegiatan produktif yang dijalankan adalah pengolahan tempe mandiri di area bengkel kerja lapas. Program ini dirancang guna membekali para narapidana dengan keterampilan tata boga dan industri pangan rumahan yang dapat diaplikasikan secara langsung ketika mereka kembali ke masyarakat.
Proses produksi tempe di Lapas Perempuan Sungguminasa dilakukan dengan standar kebersihan dan sanitasi yang terjaga ketat. Mulai dari pemilihan kedelai bermutu, perebusan, perendaman, pemisahan kulit ari, hingga tahap peragian dan pembungkusan, seluruh tahapan dijalankan secara cermat oleh para warga binaan yang telah mendapat bimbingan teknis. Ketelitian ini menghasilkan tempe bertekstur padat, putih bersih, serta bercita rasa gurih alami.
Hasil olahan tempe ini tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan lauk pauk bergizi bagi dapur lapas, melainkan juga mulai dipasarkan ke lingkungan pegawai serta warga sekitar. Antusiasme konsumen lokal terbilang tinggi berkat mutu produk yang segar dan diproduksi tanpa bahan pengawet. Keberhasilan penjualan ini menjadi bukti konkret bahwa ruang gerak yang terbatas tidak membatasi kreativitas dan daya cipta para warga binaan.
Kalapas Ibu Marwati menegaskan bahwa pembinaan kemandirian pengolahan tempe ini merupakan fungsi reintegrasi sosial pemasyarakatan. Melalui kegiatan harian yang terstruktur, para warga binaan terdorong untuk memiliki etos kerja disiplin sekaligus rasa percaya diri. Keterampilan praktis ini diharapkan dapat menjadi bekal wirausaha yang menjanjikan, sehingga mereka mampu hidup mandiri dan berdaya guna usai menyelesaikan masa pidana. (*)

