GOWA– Ratusan warga Kabupaten Gowa, Sulsel, Senin (24/8) kembali memadati halaman Kantor Bupati Gowa menuntut agar Bupati Husniah Talenrang mundur dari jabatannya.
Massa membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan pencopotan serta menyuarakan orasi-orasi kecaman terhadap kebijakan pemerintahan daerah.

Aksi berlangsung tertib namun sempat memacetkan arus lalu lintas di sekitar pusat pemerintahan.
Aksi protes ini menyusul pencopotan 16 pejabat di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dilakukan belum lama ini.
Warga menilai pemecatan massal tersebut tidak transparan dan berpotensi menjadi upaya pembenaran atas dugaan maladministrasi.
Korlap aksi mendesak agar proses evaluasi dan pemecatan dikaji ulang oleh pihak berwenang dan disampaikan dasar hukum yang jelas kepada publik.

Ketegangan meningkat karena unjuk rasa bertepatan dengan proses hukum pemakzulan yang tengah berjalan, serta penyerahan hasil uji pendapat DPRD Gowa ke Mahkamah Agung.
Sejumlah pendemo menuntut agar proses pemakzulan dipercepat dan dituntaskan secara hukum, sementara sebagian lain meminta MA memberikan peninjauan secara obyektif terhadap temuan DPRD.
Hingga siang, pihak kepolisian setempat melakukan pengamanan di sekitar kantor bupati untuk mencegah potensi eskalasi.
Hingga berita ini diturunkan, Sekretariat Pemerintah Kabupaten Gowa belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa maupun langkah lanjutan atas pencopotan pejabat SKPD. Wakil dari DPRD dan pengacara Bupati diperkirakan akan dimintai pernyataan seiring berjalannya proses hukum di MA.

Warga menyatakan akan tetap memantau perkembangan dan siap menggelar aksi lanjutan jika tidak ada respons memadai dari pemerintah daerah. (*)

