Makassar – Sebagai umat islam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW setiap 12 Rabiul Awal yang jatuh pada 8 Oktober 2022 sudah menjadi rasa syukur tersendiri, terdapat banyak hikmah maulid yang dapat dipetik oleh umat muslim salah satunya menauladani dan memuliakan Nabi Muhammad SAW.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar sebagai pusat pembinaan warga binaan ikut melaksanakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Masjid Dakhwatul Ikhsan Lapas kelas I Makassar, suka cita maulid diwarnai dengan telur rebus dan kaddo minya yang dibagikan ke setiap blok warga binaan. Rabu (12/10).
Dibuka dengan lantunan ayat suci al-Qur’an yang dibawakan oleh warga binaan Lapas dan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Penyuluh agama islam dari Kementerian Agama Kota Makassar, ibu. Syamsiah, “kami tidak akan henti-hentinya untuk memberikan pengajar atau penyuluh yang terbaik untuk Lapas Kelas I Makassar dalam memberikan pembinaan kerohanian dari Kemenag kota Makassar” ungkapnya.
Kepala Lapas Kelas I Makassar, Hernowo Sugiastanto dalam sambutannya mengungkapkan kegiatan-kegiatan kerohanian Lapas merupakan salah satu pembinaan utama untuk warga binaan.
“pastinya kegiatan hari ini merupakan bagian dari pembinaan Lapas sebagai acuan pemberian hak integrasi kepada bapak-bapak sekalian, tidak terlepas dari peringatan maulid ini tentunya menjadi momentum untuk selalu mengirimkan selawat kepada Nabi Muhammad SAW dan mengamalkan sunahnya” ungkap Hernowo.
Penampilan Qasidah dari warga binaan sebagai remaja masjid Lapas Kelas I Makassar ikut memeriahkan peringatan maulid Nabi Muhammad yang ke 1444 H. Kegiatan ini ditutup dengan ceramah dan doa bersama oleh Ust. Azhar Tamanggong yang menyampaikan perjuangan Nabi Muhammad SAW dan Hikmah Maulid.
“peringatan Maulid Nabi berarti merayakan kehadiran sosok suri teladan umat Islam. Sebagaimana hal itu tertulis dalam surat Al-Ahzab ayat 21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah,” jelas Ust. Azhar. (*)

