Maros – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros terus memperkuat pembinaan bagi warga binaan lanjut usia melalui kegiatan Pelatihan Kemandirian dalam Program Strategi Pelayanan Holistik Terintegrasi Bagi Warga Binaan Lansia Pemasyarakatan (SAPA LANSIA PAS), Jumat (30/9/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan bekal keterampilan yang dapat menunjang kemandirian serta meningkatkan produktivitas warga binaan lansia selama menjalani masa pembinaan.
Pelatihan tersebut menghadirkan instruktur dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Maros (Diskopurindag). Dalam kegiatan ini, warga binaan lansia mendapatkan pendampingan untuk membuat berbagai produk kerajinan tangan, diantaranya gelang, tempat tisu dan beberapa kerajinan tangan lainnya. Keterlibatan instansi tersebut menjadi bentuk dukungan lintas sektor dalam pengembangan keterampilan dan pemberdayaan warga binaan lansia.
Melalui praktik pembuatan kerajinan tangan ini, warga binaan lansia diberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman langsung dalam menghasilkan produk kreatif. Selain melatih keterampilan, kegiatan ini juga mendorong kreativitas, ketelitian, serta membangun kepercayaan diri agar tetap aktif, berkarya, dan produktif selama menjalani masa pembinaan.
Pelaksanaan pelatihan kemandirian ini juga menjadi bagian dari implementasi SAPA LANSIA PAS yang mengedepankan pelayanan holistik dan terintegrasi. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan lansia, tetapi juga memperhatikan aspek pemberdayaan, pengembangan kapasitas, serta pemenuhan hak-hak mereka melalui dukungan layanan yang berorientasi pada hak asasi manusia.
Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran, menegaskan bahwa pelatihan kemandirian ini merupakan bentuk komitmen dalam memberikan kesempatan yang setara bagi warga binaan lansia untuk terus mengembangkan potensi diri.
“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan lansia tetap mendapatkan ruang untuk belajar, berkarya, dan meningkatkan keterampilan. Melalui Program SAPA LANSIA PAS, kami berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya memperhatikan kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Imran.
Melalui kegiatan ini, Lapas Maros berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan lansia dapat menjadi bekal yang bermanfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif. Pelatihan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Lapas Maros dalam mengembangkan Program SAPA LANSIA PAS sebagai inovasi pelayanan pemasyarakatan yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga binaan lansia. (*)

