Maros – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros mengikuti kegiatan Verifikasi Lapangan Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) Pratama secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (13/10). Kegiatan ini melibatkan unsur Inspektorat Jenderal (Itjen), Sekretariat Jenderal (Setjen), dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) sebagai bagian dari upaya penguatan budaya integritas di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (Kemenimipas RI).
Verifikasi ini menjadi salah satu upaya untuk menilai pembangunan budaya integritas pada satuan kerja, yang sejalan dengan pelaksanaan pembangunan Zona Integritas (ZI). Pembangunan ZI diarahkan untuk membentuk lingkungan kerja yang berintegritas, meningkatkan akuntabilitas kinerja, serta mendorong terwujudnya pelayanan publik yang bersih dan berkualitas.
Dalam pelaksanaannya, Lapas Maros mengikuti tahapan verifikasi sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan tata kelola organisasi. Proses ini juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi penerapan nilai-nilai integritas dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, termasuk upaya pencegahan penyimpangan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Keterlibatan Itjen, Setjen, dan Ditjenpas dalam kegiatan ini mencerminkan pentingnya koordinasi dan evaluasi dalam membangun budaya integritas secara berkelanjutan. Melalui proses verifikasi, satuan kerja diharapkan terus memperkuat penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas membutuhkan komitmen bersama seluruh petugas dan harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Menurutnya, budaya integritas menjadi fondasi penting dalam mendukung penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Melalui kegiatan verifikasi APBI Pratama ini, kami terus memperkuat komitmen pembangunan Zona Integritas di Lapas Maros. Integritas harus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh petugas, sehingga dapat mendukung tata kelola yang akuntabel, mencegah penyimpangan, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Imran.
Keikutsertaan Lapas Maros dalam Verifikasi Lapangan APBI Pratama diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan pembangunan Zona Integritas di lingkungan satuan kerja. Dengan budaya integritas yang diterapkan secara konsisten, Lapas Maros berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kinerja, menjaga kepercayaan masyarakat, serta mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang transparan dan akuntabel. (*/

