MAKASSAR– Koalisi Lintas Mahasiswa tak tinggal diam. Mereka menggelar aksi protes sengit di depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Makassar, menjadikannya panggung kontrol sosial atas borosnya anggaran negara yang nyaris jadi rampasan bebas.
Aksi ini langsung menggigit dua proyek pengadaan Tahun Anggaran 2025 yang rebusannya mencurigakan: sarat kejanggalan, penggelembungan anggaran, dan berpotensi rugikan rakyat miliaran rupiah.
Irwan, Jenderal Lapangan, tak beri ampun dalam orasinya. Ia bongkar belanja makan-minum rapat satu satuan kerja Dinas Kesehatan yang harganya absurd, volumenya fiktif, dan anggarannya digelembungkan seenaknya jelas-jelas langgar asas efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.
Belum puas, koalisi ini jerat proyek Belanja Modal Alat Rumah Tangga Lainnya (Home Use): 200 pasang meja-kursi, 200 kursi staf, dan 200 meja kerja. Urgensi apa yang dibenarkan? Irwan tuntut jawaban soal pengadaan masif ini tak punya dasar kebutuhan riil, tak terkait layanan kesehatan masyarakat, dan malah curigai salah alokasi bahkan mark-up harga serta kolusi tender.
Lemahnya pengawasan internal Dinas Kesehatan? Itu bukan alasan, tapi pengakuan kegagalan sistemik yang izinkan praktik busuk ini berulang seperti ritual tahunan.
Tuntutan mereka tegas, inspektorat Kota Makassar, BPK, dan aparat hukum wajib audit investigatif seketika, panggil tersangka secara terbuka, dan buka semua data anggaran ke publik.
Tak ada lagi permainan gelap di balik layar birokrasi.Aksi ditutup Irwan dengan janji gigih: Koalisi Lintas Mahasiswa akan kawal kasus ini sampai tuntas, demi hapus korupsi dan lahirkan pemerintahan bersih bukan lagi sarang koruptor berjubah pejabat. (*)

