Gowa – Komitmen dalam mendukung pemulihan dan perubahan positif warga binaan terus diwujudkan oleh Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Sungguminasa melalui keberlanjutan program rehabilitasi pemasyarakatan bagi peserta rehabilitasi kasus narkotika.
Kegiatan yang telah berjalan pada tahap sebelumnya ini kembali dilaksanakan pada Rabu (28/10/2026), dengan menghadirkan tim asesor dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) untuk melaksanakan asesmen lanjutan terhadap peserta rehabilitasi. Asesmen ini menjadi bagian penting dalam memantau perkembangan peserta serta mengidentifikasi kebutuhan pemulihan guna mendukung proses rehabilitasi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
kegiatan Asesmen tersebut menyasar 10 orang calon peserta Rehabilitasi kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Seminar Adiksi peserta sebanyak 25 orang warga binaan.
Selain asesmen, kegiatan juga diisi dengan seminar edukasi terkait Adiksi, yang mengajak para peserta untuk lebih aware terhadap ketergantungan serta solusi serta cara mengatasi kecanduan Narkoba.
Melalui kegiatan ini, peserta rehabilitasi diharapkan mampu membangun kesadaran diri, memperkuat motivasi untuk pulih, serta mengembangkan pola pikir positif dalam menjalani proses perubahan. Penerimaan diri menjadi salah satu langkah penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan membangun komitmen agar tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Pelaksanaan kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Hj. Marwati bersama Kepala Seksi Bimbingan Narapidana & Anak Didik Andi Annisya Ikhsyania. Peninjauan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan pimpinan terhadap pelaksanaan program rehabilitasi, sekaligus memastikan kegiatan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga binaan.
Program rehabilitasi pemasyarakatan ini menjadi bagian dari upaya Lapas Perempuan Sungguminasa dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan penguatan mental peserta. Dengan pendampingan yang berkesinambungan, diharapkan para peserta mampu menjalani proses pemulihan secara optimal dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih sehat, mandiri, dan bertanggung jawab.
Lapas Perempuan Sungguminasa terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan, karena setiap proses pemulihan adalah kesempatan untuk tumbuh, berubah, dan memulai kehidupan yang lebih baik. (*)

