MAKASSAR— Indonesia berada di ambang babak baru kemandirian pangan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyuarakan mimpi besar menjadikan negeri ini sebagai lumbung pangan dunia.
Di hadapan para Saudagar Bugis dalam Musyawarah Besar Pertemuan Saudagar Bugis di Makassar, Kamis (10/4/25) Mentan mengajak para tokoh ekonomi Bugis itu untuk turut berperan aktif dalam mewujudkan swasembada yang kini semakin nyata di depan mata.
Capaian produksi nasional yang terus meningkat menjadi sinyal positif.
Mentan Amran mengungkapkan ambisinya menjadikan Indonesia sebagai kekuatan super power di bidang pangan.
Tak sekadar retorika, langkah konkret telah dilakukan: mulai dari program cetak sawah 3 juta hektare, optimasi lahan secara besar-besaran, hingga upaya transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern.
Hasilnya mulai terlihat. Di Merauke, Papua Selatan, lebih dari 40 ribu hektare lahan sawah baru telah berhasil dipanen.
Bahkan, Presiden Prabowo Subianto menjadikan panen raya di Wanam sebagai kunjungan kerja pertamanya usai dilantik, mempertegas dukungan penuh negara terhadap program ini.
Di Kalimantan Tengah, geliat pembangunan pertanian juga terus bergerak.
Kementerian Pertanian berkomitmen memberikan pendampingan kepada para petani di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari visi besar Presiden untuk mengejar swasembada dalam waktu singkat.
Mentan optimistis, jika dalam tiga minggu ke depan target 3 juta ton tercapai, maka swasembada pangan akan resmi menjadi kenyataan.
Ini adalah panggilan sejarah—dan para Saudagar Bugis kini diundang untuk turut menorehkannya. (*)
Jika kamu ingin versi yang lebih pendek atau lebih formal, tinggal bilang ya.

