Pinrang – Setelah insiden tragis yang merenggut nyawa tiga pengunjung Pantai Harapan Ammani, langkah konkret diambil melalui rapat pemantapan antara pengelola dan pengusaha wisata.
Rapat ini diadakan di Desa Mattiro Tasi, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, dan dihadiri oleh Kepala Desa Mattiro Tasi, Amor Paturisi, perwakilan Polarut Polres Pinrang, serta Ketua BPD Desa Mattiro Tasi.dan Babinsa Mattirotasi.
Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengelolaan pantai agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Fokus utama rapat adalah membahas langkah strategis untuk meminimalkan risiko kecelakaan di area wisata,” ucap Kepala Desa Mattirotasi, Kamis (10/4).
Dalam diskusi, para pihak berkomitmen untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan pengunjung melalui pengawasan yang lebih ketat serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas.
Hal ini mencakup pelatihan bagi petugas keselamatan pantai dan pemasangan rambu-rambu peringatan di lokasi rawan bahaya.
Selain aspek keselamatan, rapat juga menyoroti pentingnya memberikan pelayanan prima kepada pengunjung.
Para peserta sepakat bahwa pengalaman wisata yang nyaman dan aman adalah prioritas utama untuk menjaga citra Pantai Harapan Ammani sebagai destinasi wisata andalan di Sulawesi Selatan.
Pengelola diminta untuk meningkatkan fasilitas, seperti kebersihan area pantai dan penyediaan informasi yang memadai bagi wisatawan.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi awal dari pembenahan pengelolaan Pantai Harapan Ammani.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, pengelola, dan masyarakat, diharapkan pantai ini mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih baik sekaligus menjaga keselamatan para pengunjungnya,” pungkas Amor Paturusi. (**).

