Gowa – Langkah nyata dalam mendukung pembangunan kualitas sumber daya manusia terus diperlihatkan oleh Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa bersama PKBM Kader Bangsa. Bertempat di area kegiatan belajar, perwakilan petugas PKBM Kader Bangsa secara resmi menyerahkan bantuan logistik pendidikan berupa buku cetak pengetahuan umum untuk mendukung operasional program pembelajaran.
Penyediaan buku bacaan berkualitas ini dipandang sebagai instrumen vital dalam menjaga keberlangsungan kelas-kelas pendidikan yang dikelola bersama. Melalui bahan bacaan pengetahuan umum yang bervariasi, warga binaan didorong untuk memperluas cakrawala berpikir serta mengasah potensi diri sebagai persiapan reintegrasi sosial di masa depan.
Dalam sambutannya, Kalapas Perempuan Sungguminasa Yohani Widayati memberikan apresiasi mendalam atas komitmen PKBM Kader Bangsa yang terus konsisten mendampingi program pendidikan di Lapas. “Sinergi ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan warga binaan. Kami berharap kolaborasi harmonis ini dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kasi Binadik, A. Annisya Ikhsyania turut menyampaikan optimismenya terhadap dampak dari penyaluran bantuan tersebut bagi kelancaran kurikulum pembelajaran. “Tambahan alat belajar dan referensi buku pengetahuan umum ini tentu makin melengkapi sarana belajar kami. Hal ini sangat mendukung target kami dalam mewujudkan kualitas lulusan program kesetaraan yang berdaya saing,” tambahnya.
Dari sudut pandang peserta didik, perwakilan warga binaan mengaku makin termotivasi untuk mengikuti setiap sesi pembelajaran yang diselenggarakan. “Kami merasa sangat diperhatikan dan tidak dikucilkan. Adanya buku-buku baru yang menarik ini membuat kami makin semangat belajar,” ungkap salah satuu perwakilan Warga Binaan.
Dengan diserahkannya bantuan tersebut, Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa menegaskan kesiapannya untuk terus memfasilitasi setiap sarana pembinaan yang edukatif. Harapannya, ilmu pengetahuan yang diserap oleh warga binaan selama di Lapas dapat menjadi bekal berharga saat mereka kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. (*)

