Gowa —Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Sungguminasa menerima kunjungan kerja dari Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ibnu Ismoyo, S.H., M.H., M.M., pada Jumat (24/7/2026). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka peninjauan langsung sekaligus pemberian arahan strategis guna optimalisasi sarana, prasarana, serta program pembinaan bagi Warga Binaan.
Dalam kesempatan tersebut, Ismoyo menyampaikan beberapa poin instruksi penting yang menjadi fokus perhatian utama jajaran Lapas Perempuan Sungguminasa. Salah satu poin utamanya adalah pemetaan kembali kebutuhan klinik kesehatan guna memastikan layanan medis bagi warga binaan berjalan secara maksimal.
Selain itu, beliau meminta pengajuan permohonan transfer Barang Milik Negara (BMN) dari UPT Imigrasi Mitra dapat segera ditindaklanjuti.
Menyambangi area Dapur dan Kegiatan Kerja (Giatja), Karo Renkeu melihat langsung aktivitas pembinaan kemandirian warga binaan, salah satunya dalam proses pembuatan roti. Beliau mengapresiasi semangat para warga binaan yang terus produktif dan menyarankan agar inovasi produk serta kerapian pengemasan terus ditingkatkan, sehingga hasil karya warga binaan Lapas Perempuan Sungguminasa tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga memiliki daya saing yang baik.
Ismoyo turut memberikan perhatian pada sarana pendukung kegiatan outdoor dengan meninjau proses pembangunan tribun lapangan yang saat ini tengah berjalan, guna memastikan kelak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang berbagai kegiatan warga binaan.
Tidak hanya berfokus pada kelengkapan fasilitas, Ismoyo juga menekankan pentingnya menciptakan suasana lingkungan pemasyarakatan yang bersih, asri, dan nyaman layaknya lingkungan pesantren. Suasana yang kondusif ini diharapkan dapat mendukung proses rehabilitasi mental dan spiritual para warga binaan selama masa pembinaan.
Di bidang pendidikan, Karo Renkeu memberikan perhatian khusus terhadap pemenuhan hak belajar bagi warga binaan. Beliau menginstruksikan penguatan gerakan belajar di dalam Lapas dan menegaskan agar dipastikan tidak ada warga binaan yang mengalami putus sekolah.
Jajaran Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa berkomitmen untuk segera menindaklanjuti seluruh arahan dan instruksi yang telah disampaikan demi mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin berdampak, akuntabel, dan humanis. (*/

