Gowa – Mengurus jenazah merupakan fardhu kifayah bagi umat muslim. Oleh karena itu, sekiranya ada orang muslim meninggal dan sudah ada yang merawat jenazahnya, maka gugurlah kewajiban umat muslim yang lain. Umumnya, merawat jenazah hanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah terbiasa. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi orang-orang untuk tidak terlibat mengurus jenazah, di antaranya karena kurang tahu caranya, takut atau memiliki trauma terhadap fenomena kematian Rabu, (21/12/2022).
Dengan demikian, Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa bekerja sama dengan Departemen Sosial Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah (MWD) Kabupaten Gowa mengadakan kegiatan Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah. Dalam hal ini, Ustadzah Nurbiah Umum Ammar membawakan materi tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di Mesjid An-Nisa LPP Sungguminasa. bagi Warga Binaan tentang ilmu tatacara pengurusan jenazah. Hal ini merupakan Program Kepribadian Lapas bagi Warga Binaan khususnya bagi Warga Binaan yang beragama islam.
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa didampingi pejabat struktural dan staf bidang pembinaan serta warga binaan.
“Dewasa ini, ilmu mengurus jenazah menjadi salah satu hal yang sering terabaikan. Padahal ilmu tersebut sangat penting untuk diketahui oleh seorang muslim tatkala ada yang meninggal dunia. Pengurusan jenazah tidaklah sederhana, melainkan cukup kompleks karena meliputi proses memandikan, mengkafani, menshalati, mengantarkan hingga menguburkannya,“ ucap Yohani.
Kegiatan ini diharapkan dapat melatih Warga Binaan agar mahir dalam penyelenggaraan jenazah dan dapat dimanfaatkan ketika kembali ke lingkup masyarakat ketika selesai menjalani masa pidananya di dalam Lapas. (*)

