MAKASSAR– Mahasiswa Sastra UMI berhasil menangkap peluang menjadi pengajar selama 3 Bulan di beberapa Sekolah Dasar di Makassar, Maros hingga Wakatobi. 13 Mahasiswa dari Enam Program Studi dinyatakan lolos dan mengikuti pembakalan, siap menjalani program Kampus Mengajar Angkatan 1 Tahun 2021.
Program Kampus Merdeka saat ini membuka peluang mahasiswa menjadi tenaga pendidik di Sekolah Dasar yang masih membutuhkan bantuan tenaga pengajar dimasa pandemic covid 19, mahasiswa senang karena lokasi yang ditentukan oleh Kemendikbud yang dekat dengan alamat domisili mahasiswa yang lolos dalam program ini.
Pimpinan Fakultas Sastra UMI yang di diwakili oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMI , Abd. Majid, S.Sos.I., M.Si, sangat mengapresiasi mahasiswa yang telah bejuang, semangat yang tinggi untuk menjadi bagian dari program unggulan ini, tentu segenap pimpinan Fakultas dan Prodi di Sastra UMI akan memberikan dukungan kepada mahasiswa dalam kegiatan penting ini.
“Saya berharap inilah program yang link and match antara kampus dan program pemerintah, apalagi selama ini, mahasiswa yang lolos memang memiliki prestasi dengan jejak akademik dan pengalaman yang baik dikampus, bukan hanya dari prodi pendidikan tetapi juga sastra dan komunikasi memang sudah terlatih mengajar, sering terlibat dalam kegiatan pengabdiaan, Bakti Sosial organisasi dalam bentuk sosialisasi di Sekolah dan Daerah di Wilayah Sulawesi Selatan,” ucapnya.
“jadi kami yakin mahasiswa bisa beradaptasi dengan baik dalam program ini meskipun masih program ini pertama untuk tahun 2021,” tambah Abdul Majid.
Mahasiswa yang lolos berharapan agar pihak program studi segera mempersiapkan apa yang menjadi kebutuhan kami dalam mengikuti kegiatan ini, kami inginkan kegiatan ini berkelanjutan dan kedepan bisa dikuti oleh lebih banyak lagi mahasiswa, dan jaminannya kami berjanji akan mengharumkan almamternya selama menjalani program ini.
Salah seorang mahasiswa mangatakan kami siap untuk beraksi, berkolaborasi dan berkreasi selama 12 minggu untuk meningkatkan pembelajaran di sekolah dasar, terutama yang di daerah 3T membantu Bapak/Ibu guru serta murid-murid Sekolah Dasar aagarmendapat kesempatan belajar optimal selama pandemic, program ini juga menutut kami bisa mengembangkan diri, kreatif, kepemimpinan, dan kemampuan interpersonal dilokasi.
“Apalagi kegiatan ini kami mendapat dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP, mendapatkan insentif berupa uang saku hingga potongan UKT, Bantuan biaya hidup Rp 700 ribu per bulan, selama penugasan, kami selaku mahasiswa yang terpilih akan mengajar berperan sebagai duta edukasi perubahan perilaku Covid 19,” pungkasnya. (*)
