PINRANG– Tragedi tenggelamnya enam pengunjung di Pantai Harapan Ammani, Kabupaten Pinrang, pada 6 April 2025, menjadi perhatian serius Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, S.Sos. Dalam kunjungannya, Bupati menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban. Tiga pengunjung, Andi Rahmat (18 tahun), Wansa (35 tahun), dan Ari (35 tahun), dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, Lina (31 tahun) masih dirawat di rumah sakit, dan dua orang lainnya, Agus dan Jufri, berhasil selamat.
Bupati Irwan Hamid berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Ia menegaskan pentingnya standar operasional prosedur (SOP) yang ketat bagi pengelola dan pengusaha wisata.
“Jika ada pengusaha atau pengelola yang tidak mengikuti aturan yang sudah ditetapkan, kami akan mengambil tindakan tegas,” ujar Bupati.
Ia juga menyerukan pentingnya koordinasi untuk memastikan keselamatan pengunjung di destinasi wisata ini.
Dalam kunjungannya, Bupati menyayangkan kondisi Pantai Harapan Ammani yang tidak terawat dengan baik. Sampah berserakan di berbagai sudut kawasan, menciptakan pemandangan yang kurang layak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Pantai ini merupakan salah satu destinasi favorit di Sulawesi Selatan dan bahkan dikenal di luar provinsi. Namun, kondisinya saat ini jauh dari memadai. Ini harus segera diperbaiki demi kenyamanan pengunjung,” tambahnya.
Bupati menekankan bahwa pembenahan total perlu segera dilakukan, baik dari aspek kebersihan maupun tata kelola wisata.
Ia berharap Pantai Harapan Ammani dapat kembali menjadi destinasi unggulan yang menawarkan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan.
Komitmen untuk perbaikan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat dan para pengunjung yang ingin menikmati wisata pantai dengan pengalaman yang lebih baik di masa depan. (**).

