Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, Mei 24
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»RAGAM»OPINI»KOLOM: Krisis Kinerja di Jajaran Wilayah Polri, Sinyal “Bahaya” dari Pengakuan Wakapolri
OPINI

KOLOM: Krisis Kinerja di Jajaran Wilayah Polri, Sinyal “Bahaya” dari Pengakuan Wakapolri

Indotim NewsBy Indotim NewsNovember 21, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

INDOTIMNEWS– Pernyataan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengenai kinerja pejabat kepolisian di level wilayah yang diungkapkan dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, menjadi perhatian publik.

Wakapolri yang mengakui bahwa 67 persen Kapolsek dan sebagian Kapolres serta direktur reserse kriminal umum (direskrimum) dinilai under performance adalah pengakuan mengkhawatirkan yang menunjukkan problem mendasar dalam institusi Polri.

Data internal tersebut menegaskan bahwa sistem pengisian jabatan dan pembinaan SDM di tingkat wilayah belum efektif dalam menghasilkan pejabat yang kompeten dan berintegritas.

.Fakta bahwa hampir 50 persen Kapolsek yang under performance adalah lulusan Pendidikan Alih Golongan (PAG) menunjukkan adanya potensi kegagalan dalam proses rekruitmen dan promosi yang terlalu mengandalkan jalur tertentu, yang mungkin kurang mempersiapkan mereka untuk tugas kepemimpinan yang kompleks di wilayah.

Ini mencerminkan perlunya reformasi sistem meritokrasi dan evaluasi ketat terhadap standar pengisian jabatan.

Kondisi di tingkat Kapolres yang juga mengalami kasus under performance mencerminkan masalah yang sistemik, menyentuh lapisan manajemen menengah yang seharusnya menjadi penjamin kualitas di tingkat bawah.

Ini mengindikasikan perlunya pangembangan kapasitas yang tidak hanya bersifat teknis tetapi juga manajerial dan kepemimpinan agar setiap Kapolres dapat mengelola wilayah dengan efektif dan responsif.

Pengakuan Wakapolri tentang rendahnya kinerja di direktorat reserse kriminal umum (15 dari 47 direskrimum under performance) mempertegas adanya hambatan dalam penegakan hukum secara profesional dan berkeadilan.

Ini berdampak besar pada kepercayaan publik terhadap institusi Polri, terutama dalam menangani kasus-kasus kriminal yang memerlukan penanganan khusus dan cermat.

Wakapolri juga menegaskan bahwa tugas penegakan hukum (gakkum) dan pelayanan publik mendapat nilai merah, berbeda dengan harkamtibmas yang masih relatif mendapat respons positif masyarakat.

Hal ini menunjukkan bahwa Polri belum berhasil mengoptimalkan fungsi pentingnya sebagai penegak hukum yang adil dan pelayan masyarakat yang responsif, yang merupakan fondasi utama legitimasi dan kepercayaan publik.

Tingkat permasalahan yang tinggi di wilayah, yakni sebesar 62 persen dibanding 30 persen di pusat, menggarisbawahi bahwa akar masalah Polri banyak terletak di jajaran wilayah yang menjadi garda terdepan pelayanan dan penegakan hukum.

Kelemahan di level paling bawah dan menengah institusi menjadi biang ruwetnya berbagai kasus yang mencoreng nama baik Polri.

Pernyataan Wakapolri tentang langkah perbaikan melalui meritokrasi, pendidikan, dan perbaikan SDM adalah sinyal positif, namun harus diikuti dengan tindakan konkret yang transparan dan berkelanjutan.

Tanpa reformasi struktural yang menyasar budaya organisasi dan pola pembinaan karir, perbaikan akan sulit dipertahankan.

Kritik terhadap rendahnya kinerja di jajaran wilayah ini mestinya menjadi bahan evaluasi serius bagi pemimpin tertinggi Polri untuk membenahi mekanisme pengawasan, akuntabilitas, dan reward-punishment. Tanpa sistem yang ketat dan independen, masalah under performance akan terus berulang dan merugikan institusi serta masyarakat.

Terakhir, pengakuan terbuka Wakapolri ini patut diapresiasi sebagai bentuk transparansi yang langka dalam institusi kepolisian Indonesia.

Namun, pengakuan tersebut juga harus diikuti dengan langkah-langkah konkret dan terukur yang dapat dipantau publik agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri dapat pulih dan institusi ini benar-benar mampu menjalankan fungsinya secara profesional.

Analisis ini menggarisbawahi pentingnya reformasi menyeluruh di Polri, terutama di jajaran wilayah, agar Polri tidak hanya menjadi aparat penegak hukum yang disegani tetapi juga pelayan masyarakat yang terpercaya serta institusi yang bersih dari praktik buruk. (*)

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

Uang Lunas, Tanah Hilang: Warga Gowa Laporkan Penipuan ke Polres

Mei 23, 2026

PLN UIW NTB Diduga Jadikan Dana CSR “ATM Pribadi”; Pemadaman Bergilir Picu Unjuk Rasa

Mei 21, 2026

KOLOM: Dolar Naik, Desa Tetap Terdampak. Kritik Logika Simbolik!

Mei 17, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Uang Lunas, Tanah Hilang: Warga Gowa Laporkan Penipuan ke Polres

Mei 23, 2026

Gerak Cepat : Lapas Perempuan Sungguminasa Laksanakan Instruksi DirjenPas

Mei 23, 2026

Lapas Perempuan Sungguminasa Lepas Peserta Magang Kemnaker Batch II, Apresiasi Dedikasi dan Capaian Kinerja

Mei 23, 2026

Husniah Talenrang Bantah Isu Perselingkuhan, Kuasa Hukum Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Mei 23, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Uang Lunas, Tanah Hilang: Warga Gowa Laporkan Penipuan ke Polres

Mei 23, 2026
Berita Terbaru
  • Uang Lunas, Tanah Hilang: Warga Gowa Laporkan Penipuan ke Polres
  • Gerak Cepat : Lapas Perempuan Sungguminasa Laksanakan Instruksi DirjenPas
  • Lapas Perempuan Sungguminasa Lepas Peserta Magang Kemnaker Batch II, Apresiasi Dedikasi dan Capaian Kinerja
  • Husniah Talenrang Bantah Isu Perselingkuhan, Kuasa Hukum Pastikan Tempuh Jalur Hukum
  • Tebar Kepedulian, Lapas Perempuan Sungguminasa Salurkan Bansos untuk Keluarga Warga Binaan
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.