Gowa – Pembunaan Kerohanian, penyuluhan agama di Lapas Perempuan Sungguminasa kembali dilaksanan dengan mengangkat tema tentang Taubat berlangsung dengan tertib dan khidmat dan dihadiri oleh warga binaan dari blok hunian Anggrek, Bougenvil, serta Flamboyan. Kehadiran para peserta memperlihatkan antusiasme yang tinggi dalam menyerap materi pembinaan kepribadian dan keagamaan tersebut Senin, (19/10/2026).
Hadir sebagai narasumber utama dalam penyuluhan ini adalah Dr. Hj. Masniati, S.Ag., M.Pd.I., bersama Tuti Dahliyati, S.Ag., Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa kata taubat secara etimologis berakar dari kata taba yang berarti kembali, yakni kembalinya seorang hamba menuju jalan ketaatan kepada Allah. Pemateri menegaskan bahwa setiap perbuatan sangat bergantung pada niat yang harus selaras di tiga unsur, yakni keikhlasan hati, kejujuran lisan, serta pembuktian melalui gerakan atau perbuatan nyata.
Pemateri kemudian mengupas tiga tingkatan taubat yang harus ditempuh oleh setiap insan. Tingkat pertama dimulai dari kemampuan mengelola emosi agar tidak mudah marah, sejalan dengan pesan pengingat bahwa menahan amarah dapat mengantarkan seseorang menuju surga.
Berlanjut ke tingkat kedua, pembuktian permohonan ampun diwujudkan melalui penegakan ibadah sholat taubat sebagai wujud pembersihan diri secara spiritual di hadapan Allah. Pada tingkat ketiga atau puncak dari taubat, seseorang dituntut untuk mampu melapangkan dada dengan memaafkan kesalahan sesama manusia dan senantiasa berbuat baik, mengingat Allah sangat mencintai hamba-Nya yang berbuat kebaikan.
Pada akhir penyuluhan, pemateri menyampaikan sebuah pesan pengingat yang mendalam bahwa memperbaiki sholat merupakan kunci utama agar Allah berkenan memperbaiki jalan hidup seorang hamba. (*)

