Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, Agustus 23
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»BIDIK LENZA»BNN Sulsel: Narkoba Lebih Bahaya Ketimbang Koruptor
BIDIK LENZA

BNN Sulsel: Narkoba Lebih Bahaya Ketimbang Koruptor

admininBy admininAgustus 5, 2014Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

IMG_20140805_195729-1Makassar– Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan ke Perhimpunan Hotel dan Restouran Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Clarion pada Hari Selasa,06 Agustus 2014 di Jln A.P.Pettarani.

Kepala BNN Prov.sulsel Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA diterima Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) wilayah sulsel Anggiat Sinaga beserta jajaran PHRI Persatuan Himpunan Hotel Restoran Indonesia. Kunjungan ini sebagai bagian dari upaya BNN Prov Sulsel mengajak Karyawan di berbagai Hotel dan Restoran yang ada di sulsel untuk memerangi narkoba di lingkungan PHRI. Kegiatan ini didahului dengan diadakannya Forum Group Discussion (FGD) tentang bahaya narkoba kepada Karyawan Hotel dan Restoran Indonesia di Hotel Clarion. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) wilayah sulsel Anggiat Sinaga mengatakan,” Apa yang dilakukan pak Richard selaku Kepala BNN Prov.sulsel sebuah hal Yan harus kita support atau dukung,tidak hanya PHRI tetapi seluruh stekholder harus mendukung BNN Prov.sulsel untuk menolak narkoba. Karena apa yang dilakukan oleh Kepala BNN Prov.sulsel pak Richard M,Nainggolan sesuatu yang sangat mulia dalam konteks menghindari negeri ini ,bangsa ini menjadi penkonsumsi narkoba, karna kita tahu bahwa orang memakai narkoba orang yang sangat berbahaya bagi kesehatannya sendiri. Bahkan saya bisa katakan ini narkoba ini bahaya dari pada koruptor. Jadi kalau kita tidak lakukan bersama sama tidak mungkin bisa semaksimal apa yang dilakukan oleh BNN Prov.sulsel. Tidak hanya PHRI yang terlibat tetapi harus ikut juga Elemen masyarakat dan stekholder yang membantu pencegahan lebih dini terhadap penggunaan narkoba ini. PHRI ini selaku Garda terdepan untuk mensosialisasikan dan menghindari hal-hal seperti ini,bila perlu karyawan karyawan seluruh Hotel yang ada di Sulsel siap untuk di tes urine khususnya di Hotel Clarion ini. Dan sudah menjadi peraturan jelas kita bagai karyawan Hotel yang positif menggunakan narkoba akan diberi sangsi dan tidak ditoleransi akan di PHK atau di Pecat”.ujar Ketua PHRI Anggiat Sinaga. Kepala BNNP Sulsel Kombes Pol Richard M Nainggolan, MM.MBA mengungkapkan “salah satu tujuan diadakannya Forum Group Discuission (FGD) di Lingkungan Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Wilayah sulsel ini adalah untuk mensinergikan program dalam rangka menyelamatkan generasi muda dari pengaruh penyalahgunaan narkoba. Bandar narkoba itu selalu membidik generasi muda sebagai lahan untuk dijadikan konsumen yang bisa dipengaruhi. Sasaran dari pada program Pencegahan Pemberantasan dan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba P4GN ini kita mengarah pada Sektor Pariwisata karna memang Sektor Pariwisata ini sangat rentan dari penyalahgunaan narkoba. Selain rentan penyalahgunaan narkoba hasil penelitian BNN Prov.sulsel Sektor Pekerja ternyata yang lebih tinggi itu pada Sektor Pariwisata dari pada Sektor sektor lainnya. Untuk itu salah satu alasan mengapa BNN Prov.sulsel bersinergi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) wilayah Sulsel untuk dapat memberikan ataupun meningkatkan sikap menolak narkoba dari Sektor Pariwisata. Editor : Andi A Effendy

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
adminin
  • Website

Related Posts

GRH Soroti Foto Ketua KONI Makassar Bersama Kajari: Jangan Sampai Penanganan Kasus Hibah Rp15 Miliar Terpengaruh Kedekatan

Agustus 18, 2026

KOLOM: Percepatan RUU Perampasan Aset, Partisipasi Publik Vs Tekanan Politik? 

Agustus 18, 2026

Aktivis Desak Klarifikasi Setelah Korwil SPPG Pinrang Diduga Jabat Kepala Dapur Sidrap

Agustus 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Senam Rutin dan Penutupan Porseni Semarakkan HUT ke-81 RI di Lapas Maros

Agustus 22, 2026

Peringati HUT RI ke-81, 263 Warga Binaan Lapas Perempuan Sungguminasa Terima Remisi Kemerdekaan

Agustus 20, 2026

GRH Soroti Foto Ketua KONI Makassar Bersama Kajari: Jangan Sampai Penanganan Kasus Hibah Rp15 Miliar Terpengaruh Kedekatan

Agustus 18, 2026

APAK dan GRH Desak IAS Ambil Sikap Tegas Demi Menjaga Marwah Partai Golkar dan Kepercayaan Publik

Agustus 18, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Kapan Pembangunan Pertanian di Camba Bisa Tersentuh Pemkab Maros ?

Agustus 2, 2014
Berita Terbaru
  • Senam Rutin dan Penutupan Porseni Semarakkan HUT ke-81 RI di Lapas Maros
  • Peringati HUT RI ke-81, 263 Warga Binaan Lapas Perempuan Sungguminasa Terima Remisi Kemerdekaan
  • GRH Soroti Foto Ketua KONI Makassar Bersama Kajari: Jangan Sampai Penanganan Kasus Hibah Rp15 Miliar Terpengaruh Kedekatan
  • APAK dan GRH Desak IAS Ambil Sikap Tegas Demi Menjaga Marwah Partai Golkar dan Kepercayaan Publik
  • KOLOM: Percepatan RUU Perampasan Aset, Partisipasi Publik Vs Tekanan Politik? 
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.