MAKASSAR– Hari ketiga pesantren ramadhan virtual UMI membahas kiat-kiat Ramadhan lebih bermakna dengan narasumber Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI Prof.Dr.H. Mahfud Nurnajamuddin, SE, M.Si. Hadir Wakil Dekan IV FT UMI Dr.Hj.Nursetiawati, Ph.D, Kabid Kajian dan Dakwah UPT. PKD UMI Bambang Sampurno, M.Pd, sejumlah dosen, karyawan dan mahasiswa UMI. Pesertanya berasal dari Makassar dan sekitarnya, bahkan ada peserta dari Bulukumba dan Papua. Host Dr.M.Ishaq Shamad, MA dan Dr. Nurjannah Abna, M.Pd.
Prof. Mahfud dalam taushiyahnya menjelaskan sejumlah kiat dalam bulan Ramadhan, antara lain tetap menjaga protokol Kesehatan (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), terutama saat beribadah di masjid. Kemudian melaksanakan ibadah puasa dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan dengan penuh cinta kepada Allah Swt. Sebab tanpa cinta kepada Allah Swt, maka ibadah puasa yang dijalani akan terasa sulit, jelasnya. Selain itu, manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk tetap produktif, sarannya.
Host M.Ishaq Shamad menggaris bawahi pentingnya memiliki Kesehatan yang baik, sebab ada ungkapan jika anda kehilangan barang, sebenarnya tidak kehilangan apa, tetapi jika sakit, maka anda merasakan kehilangan, karena hilang tenaga untuk bekerja, beribadah dan melakukan berbagai aktifitas produktif dengan baik. Selain itu, juga sangat penting memelihara rasa cinta kepada Allah Swt, jika rasa cinta ini dimiliki, maka segala aktifitas yang dilakukan, baik dalam beribadah maupun dalam bekerja akan terasa ringan. Namun jika tidak ada rasa cinta, maka ibadah dan pekerjaan terasa berat dan banyak mengeluh. Mencintai Allah sangat dianjurkan, agar ibadah puasa yang ditunaikan dan ibadah-ibadah lainnya, akan terasa menyenangkan. Bukankah di dalam shalat doa iftitah selalu diucapkan bahwa sesungguhnya shalatku, ibadahku, segala urusanku, bahkan hidup dan matiku semuanya untuk Allah Swt. Namun dalam keseharian kita, kadang-kadang lupa dengan ucapan doa iftitah tersebut, jelasnya. Dikatakan rasa cinta kepada Allah telah dicontohkan oleh para sufi, diantaranya Al-Gazali dengan konsep makrifah, Rabiah al-Adawiyah dengan konsep mahabbah, dan konsep fana al-Junaid, tambahnya.
Ustaz Bambang Sampurno menambahkan pentingnya memanfaat momen Ramadhan tahun ini dengan sebaik-baiknya untuk beribadah dan bekerja keras, kalau perlu waktu tidur dikurangi. Mengingat tahun lalu masjid di lock down, sehingga aktifitas ibadah di malam hari hanya di rumah, namun tahun ini masjid-masjid dibuka untuk ibadah, sehingga mari manfaatkan momentum Ramadhan tahun ini untuk lebih banyak kegiatan ibadah dan tetap produktif, harapnya.
Host Dr.Nurjannah Abna menambahkan sangat setuju dengan menebarkan rasa cinta dalam berbagai aktifitas ibadah maupun dalam bekerja, namun bagaimana menumbuhkan rasa cinta tersebut agar tetap terpelihara dengan baik, tentu dibutuhkan pengorbanan dan konsistensi dalam beribadah kepada Allah Swt, jelasnya.
