Gowa – Hingga hari ini, keberadaan solar masih sulit ditemukan di beberapa lembaga penyalur (SPBU) yang ada di kota makassar maupun di Kabupaten Gowa Sabtu, (13/3/2022).
Berdasarkan keterangan Comrel Pertamina Patra Niaga MOR VII yang dishare melalui aplikasi whatsapp disebutkan bahwa solar yang termasuk kedalam kategori Jenis Bbm Tertentu (JBT) itu peredarannya dibatasi.
Hal itu dilakukan demi amannya stock solar secara nasional untuk 22 hari kedepan sejak tanggal 7 Maret 2022.
Dalam hal penyaluran JBT seperti solar subsidi, pertamina tetap mengacu pada SK BPH Migas No. 04/2020, dimana, kuota ditetapkan pada level provinsi sampai ke stasiun pengisian bahan bakar.
Comrel Pertamina Patra Niaga MOR VII juga menyebutkan bahwa kuota yang ditetapkan pemerintah tersebut berdasarkan usulan masing-masing daerah.
Hanya saja, tidak dijelaskan secara rinci siapa pihak yang mengusulkan kuota. Apakah pemprov, pertamina ataukah hiswanamigas.
Menyikapi kondisi yang terjadi, L-KAJI menyebutkan bahwa salah satu dari mereka dipastikan tidak bekerja secara profesional dan tidak memiliki data pasti terkait kebutuhan masyarakat.
“Apa mereka tidak memiliki data valid terkait kebutuhan harian maupun bulanan agar bbm jenis solar JBT tidak langka (sulit ditemukan) sehingga tidak terjadi panic shopping sentence pada tingkat masyarakat,” ujar Ketuanya.
Tim investigasi L-KAJI yang melakukan monitoring menemukan di SPBU yang sama dalam dua hari berturut-turut dipenuhi antrian kendaraan roda empat atau lebih sementara ada SPBU yang sama sekali sepi antrian (tidak ditemukan solar JBT.
Hal itu bisa membangun opini adanya dugaan praktek monopoli terhadap kuota solar JBT pada SPBU tertentu.
Lanjut, Ketum DPP L-KAJI Syulkifli mengajak masyarakat turut mengawasi penyualan solar JBT dan jika ada indikasi penyalahgunaan penyaluran Solar subsidi, agar segera melaporkan ke aparat berwenang.
untuk itu Ketum DPP L-KAJI mengharapkan Pemda dan Kepolisian turut berperan aktif dalam pengawasan BBM bersubsidi yang diatur dalam Perpres No 191/2014.
M Hasbidin HS selaku Ketua DPD VII Hiswanamigas Sulawesi pada keterangannya melalui whatsapp menyebutkan bahwa BPH Migas selaku wakil pemerintah telah menetapkan kuota untuk setiap SPBU. Selanjutnya, pertamina selaku regulator melakukan pengendalian kuota solar JBT.
“Tujuannya, tentu saja agar kuota solar JBT bisa cukup sampai akhir tahun,” sebut Hasbidin di WA-nya.
Hasbidin menyebutkan bahwa selaku mitra pertamina SPBU hanya menyalurkan dan mengatur alokasi kebutuhan konsumen agar bisa mendapatkan solar subsidi tersebut.
Yang pasti, kata dia, kuota yang diterima pasti tidak dapat memenuhi semua kebutuhan konsumen khususnya mobil truk yang menunggu antrian di spbu.
Penyaluran Solar saat ini kita jaga agar kuota BBM bersubsidi cukup sampai dengan akhir tahun.
Pertamina bersama seluruh stakeholder dan Pemerintah melalui BPH Migas akan mengedukasi dan mensosialisasikan penggunaan Solar subsidi yang tepat sasaran dan bijak memilih BBM sesuai spek kendaraan.
Terkait kelangkaan bbm jenis solar, sumber terpercaya di Perdastri Gowa menyebutkan bahwa drop stock terbatas karena kapal pengangkut belum tiba di pelabuhan makassar.
Namun untuk memastikan, pihaknya akan pertanyakan hal tersebut ke pihak pertamina. (RG)
