MAKASSAR– Aliansi Mahasiswa Merdeka menggelar aksi unjuk rasa di fly over dan LLDIKTI wilayah lX terkait mahasiswa KKN Megarezky di Kabupaten Jeneponto yang akhir-akhir ini membuat gaduh, lantaran aksi mahasiswa KKN Megarezky yang mempersuasi masyarakat lokasi KKN untuk memilih salah satu balon kandidat wakil bupati di kabupaten Jeneponto.
Perlu diketahui bahwa universitas Megareski melepas mahasiswa KKN sejumlah 606 orang mahasiswa yang terdiri dari 4 fakultas yang disebar di kabupaten Jeneponto di 39 desa yang tersebar dik Kelurahan Arungkeke, Bangkala, Batang, Kelara, Tarowang dan Turatea yang berlangsung selama satu bulan mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2024.
Menurut Issang selaku jendral Aliansi Mahasiswa Merdeka, aksi mahasiswa KKN Megarezky yang mempromosikan salah satu kandidat bakal calon wakil bupati di kabupaten Jeneponto dengan menampilkan gambar dan foto salah satu bakal kandidat berpotensi membuat gaduh dan mengganggu proses tahapan Pemilukada.
Berangkat dari upaya itu aliansi mahasiswa merdeka melakukan investigasi lapangan sehingga menemukan fakta bahwa mahasiswa KKN Megarezky dijadikan mesin politik oleh pihak kampus secara terstruktur dan massif.
“Temuan kami dilapangan memang ada perintah birokrat kampus untuk mengarahkan mahasiswa KKN untuk mengkampanyekan Muhammad Noer alim Qalby Alimuddin karna setiap kegiatan mahasiswa KKN diinstruksikan dari prodi masing-masing untuk memposting setiap kegiatan dengan hastag kita Qalby Jeneponto bisa yang kami temukan dalam dalam beberapa grup watshap,’ tutur Issang.
“Upaya birokrasi kampus universitas Megareski melibatkan kegiatan KKN menjadi agenda politik praktis menciderai tri dharma pendidikan serta menjadi preseden yang buruk bagi seluruh perguruan tinggi di republik ini pada umumnya terkhusus kota Makassar,” ujar orator ALIANSI MAHASISWA MERDEKA di depan LLDIKTI,
Adapun tuntutan dari aliansi mahasiswa merdeka, mereka mengutuk keras civitas akademika universitas Megarezky serta menuntut rektor universitas Megarezky untuk mundur dari jabatannya dan mendesak LLDIKTI wilayah lX untuk memberikan sanksi tegas terhadap universitas Megarezky yang telah mempolitisir kegiatan KKN secara terstruktur dan massif.
“Aksi hari ini adalah aksi prakondisi selanjutnya kami akan mengkaji lebih jauh lagi terkait tindakan asusila terhadap dunia pendidikan yang dilakukan Mohammad Noer alim Qalby demi memenuhi hasrat berkuasanya, tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan aksi unjuk rasa di KPU dan Bawaslu terkait tindakan Muhammad Noer alim Qalby yang telah mempolitisir kegiatan KKN mahasiswa Megarezky,” tegasnya.
Setelah berorasi secara bergantian pengunjuk rasa dari Aliansi mahasiswa merdeka melakukan audiens dengan pihak LLDIKTI. Selang beberapa menit pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib. (*)

