PANGKEP– Penemuan puluhan bahan peledak yang diduga dimaksudkan untuk pembuatan bom ikan oleh Satuan Kepolisian Laut dan Udara (Polairud) Polres Pangkep telah menimbulkan perhatian luas dari masyarakat. Apakah pelakunya ngumpet?
Barang bukti berbahaya tersebut ditemukan tanpa kehadiran pemilik atau tersangka, sehingga memicu keraguan dari berbagai kalangan, termasuk anggota legislatif daerah, serta organisasi kemahasiswaan daerah tersebut.
Kepala Bidang Advokasi Gerakan Pelajar Mahasiswa Garda Nusantara Sulsel, Rahmatullah menyayangkan pernyataan temuan tanpa tersangka atau pemilik bahan peledak (bom ikan) tersebut.
“Seharusnya dari awal pihak polairud Polres Pangkep transparan atas penyitaan tersebut. Apalagi dijelaskan tak jelas pemiliknya, menimbulkan berbagai sorotan tajam di tengah masyarakat,” ujar Rahmatullah, Jumat (27/2).
Kritik tersebut juga dilayangkan Anggota DPRD Pangkep dari Partai Demokrat, Muhammad Ramli, seperti yang dilangsir di ll menilai penemuan tersebut mengandung ketidakwajaran prosedural.
“Sangat tidak masuk akal jika polisi menemukan puluhan bom ikan tanpa pemilik. Sulit diterima akal sehat kalau barang sebanyak itu tidak mampu diungkap siapa pemiliknya,” ujarnya, Rabu (25/02/26).
Ia menegaskan bahwa aparat kepolisian didukung infrastruktur dan personel yang memadai hingga tingkat bawah.
“Mereka punya intelijen, polsek dengan personel lengkap, sampai petugas Binmas di desa. Masa untuk mengungkap kasus seperti itu tidak bisa,” tegas Ramli.
Ramli juga menyatakan kekecewaannya terhadap pernyataan Kasat Polairud yang menyebut laporan masyarakat hanya berupa foto kapal melintas.”Itu tidak benar.
Dokumentasi yang saya kirimkan ke Kapolres lengkap, ada video saat ledakan bom terjadi beserta kapal pelaku.
“Bahkan di lokasi lain ada nelayan yang jadi korban dan dirujuk ke rumah sakit di Sumbawa,” katanya.
Di samping itu, ia menyoroti beredarnya foto personel kepolisian yang diduga akan melaksanakan patroli ke wilayah kepulauan sesaat sebelum penemuan bahan peledak.
“Kesan yang muncul seolah ada sinyal kepada pelaku bahwa akan dilakukan operasi oleh personel Polair,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasat Polairud AKP Nompo hingga melalui pesan aplikasi WhatsApp nya mengatakan, pulau kosong. (*)

