Oleh: Petta Lamarupe’
INDOTIMNEWS– Jika Menakar kekuatan mafia BBM solar subsidi di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar, akan mengungkap realitas suram tentang bagaimana para pelangsir dan pengepul mengelola jaringan distribusi ilegal yang pada akhirnya distribusi ke tambang dan pabrik.
Meskipun aktivitas mereka sering disorot dan menjadi target aksi demonstrasi oleh aktivis mahasiswa, mafia ini tetap beroperasi dengan keberanian luar biasa, seperti yang acapkali terlihat di SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan (samping Coca cola), SPBU Tamangapa, SPBU Galangan Kapal.
Para pemilik.dan pengelola seakan tidak gentar dengan ancaman hukum yang selama ini digemakan oleh negara dan seolah menunjukkan kekuatan jaringan mereka yang mampu mengesampingkan dan meredam penegakan hukum serta aturan yang ada.
Bukan menjadi rahasia umum lagi, Pelangsir dan pengepul BBM solar subsidi telah menciptakan sistem yang terstruktur dengan baik, yang memanfaatkan celah dalam pengawasan dan regulasi.
Mereka (pelangsir dan pengepul) sering kali menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah besar dan memiliki jaringan distribusi yang menghubungkan mereka dengan tambang dan pabrik yang membutuhkan solar dengan harga jauh dibawa solar industri.
Aksi :haram’ ini tidak hanya melibatkan oknum di tingkat lokal, tetapi juga jaringan yang lebih luas yang mencakup berbagai daerah.
Hal ini membuat penegakan hukum menjadi tantangan besar bagi aparat penegak hukum (APH) dan Pertamina.
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Mahasiswa kerap melakukan aksi protes dengan unjuk rasa, menyuarakan ketidakadilan dan menuntut penegakan hukum yang lebih tegas.
Mereka menganggap penegakan hukum seolah menjadi guyonan bagi APH, karena meskipun banyak bukti yang menunjukkan adanya penyalahgunaan, tindakan tegas yang diharapkan belum terlihat.
Aktivis mahasiswa ini berpendapat bahwa hukuman yang diberikan kepada pelaku penyalahgunaan BBM subsidi harus memberikan efek jera agar praktik ilegal ini dapat dihentikan.
Namun, untuk benar-benar memberantas mafia BBM solar subsidi, diperlukan sinergi antara APH, Pertamina, dan masyarakat.
Pertamina harus meningkatkan pengawasan dan menggunakan teknologi untuk mendeteksi penyelewengan sejak dini, sementara APH harus menindak tegas pelaku tanpa pandang bulu.
Dukungan dari masyarakat dalam melaporkan praktik-praktik curang juga sangat penting. Dengan upaya bersama yang terkoordinasi, diharapkan penyalahgunaan BBM solar subsidi dapat diminimalisir dan ketersediaan BBM dapat terjaga untuk kepentingan masyarakat yang berhak menerimanya. (Bersambung)

