MAKASSAR– Sorotan terkait rencana kegiatan International Day Against Homophobia, Biphobia, Intersexism and Transphobia (IDAHOBIT), Hari Internasional Melawan Homofobia, Transfobia dan Bifobia yang rencana bakal dilaksanakan di Makassar, 29 Mei 2022 terus menguak.
Sebab itu, Wakil Ketua DPD KNPI MAKASSAR yang Membidangi Komisi Keagamaan dan Kerukunan Antar Umat Beragama Musyawir Hamzah Dg. Pasolong Ikut Merespon Tentang Komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) tersebut.
“Pertama Komunitas LGBT berpandangan ini menyangkut hak asasi manusia yakni kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai hati nuraninya sebagaimana UUD hasil Amandemen pasal 28 E. Sedangkan kelompok kedua, kelompok yg menolak hadirnya kegiatan yg berbau LGBT karena perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, Transgende adalah bertentangan dengan nilai-nikai agama, termasuk dalam Islam itu sendiri,” ucap Musawir, Jumat (27/5/22).
Dijelaskan, apa lagi Indonesia sebagai negara hukum, negara Pancasila yang berasaskan nilai-nilai agama. Kelompok kedua menolak hadirnya kegiatan yg berbau LGBT alasannya disamping faktor legalitas hukum positif, juga bertentangan dengan nilai dan norma baik keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
“Dalam Islam Perilaku LGBT dikategorikan sebagai perilaku yang sangat buruk (fahisyah) atau homoseksual (khobaisy) Sebagaimana yg dijelaskan dalam Al Qur’an antara lain al-A’raf : 80, al-Naml: 54 dan al-‘Ankabut: 28,” tegasnya.
Sehubungan dengan informasi bahwa komunitas LGBT akan melaksanakan kegiatan di Makassar, maka saya sebagai Wakil Ketua DPD KNPI MAKASSAR Merespon sekaligus mendukung Kebijakan Walikota Makassar Mohammad Ramdhan “Dany” Pomanto untuk tidak mengeluarkan izin kegiatan yang berbau LGBT dimaksud.
“Kita paham tentang Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus dihormati, tapi kita juga berkewajiban mentaati legalitas formal, nilai-nilai keagamaan, dan norma sosial kemasyarakatan .
Kebijakan Walikota Makassar tersebut, secara hakiki adalah semata-mata menjaga, mengawal dan memelihara harkat, martabat dan marwah Kota Makassar yang memiliki kultur Sipakainge’ Sipakalabbi’ sirri’ Napacce,” tambahnya.(*)

