Close Menu
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, Agustus 29
Indotim NewsIndotim News
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Indotim NewsIndotim News
  • Berita
  • DAERAH
  • HUKRIM
  • EKOBIS
  • BIDIK LENZA
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • ADVERTORIAL
  • SOSBUD
Home»RAGAM»Editorial: Kekerasan Ajudan Kapolri Berujung Maaf, Tamparan bagi Demokrasi, Ujian bagi Kepolisian
RAGAM

Editorial: Kekerasan Ajudan Kapolri Berujung Maaf, Tamparan bagi Demokrasi, Ujian bagi Kepolisian

Indotim NewsBy Indotim NewsApril 7, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Email WhatsApp

 INDOTIMNEWS– insiden kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan oleh seorang ajudan Kepala Kepolisian Republik Indonesia kembali menjadi sorotan publik.

Peristiwa yang membuat publik geleng-geleng kepala, tidak hanya menyakiti korban secara fisik, tetapi juga melukai prinsip-prinsip dasar negara hukum dan demokrasi.

Peristiwa ini terjadi saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Tawang, Semarang, Sabtu, 5 April 2025.

Dalam momen yang seharusnya menjadi ruang terbuka bagi peliputan media, seorang jurnalis foto LKBN ANTARA, Makna Zaesar, justru menjadi korban pemukulan oleh ajudan Kapolri, Ipda E.

Selain kekerasan fisik, intimidasi verbal juga dilontarkan terhadap sejumlah pewarta yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.

Permintaan maaf yang disampaikan oleh Ipda E kepada korban patut dihargai sebagai langkah awal penyelesaian, namun, itu saja tidak cukup.

Kekerasan terhadap jurnalis adalah pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Pers dan prinsip kebebasan berpendapat.

Lebih jauh lagi, ini menunjukkan perlunya reformasi berkelanjutan dalam institusi kepolisian, terutama dalam membangun budaya yang menghormati kerja-kerja jurnalistik.

Pers bukanlah musuh. Justru sebaliknya, pers adalah mitra penting dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas institusi publik.

Dalam negara demokratis, kerja jurnalis dilindungi oleh undang-undang dan harus dihormati oleh semua pihak, termasuk aparat keamanan.

Kepolisian perlu memberikan jaminan bahwa kejadian seperti ini tidak akan terulang.

Evaluasi terhadap personel pengamanan dan penguatan pelatihan tentang etika serta kebebasan pers menjadi keharusan.

Selain itu, institusi Polri harus menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti pelanggaran yang dilakukan anggotanya, agar tidak muncul kesan bahwa kekerasan oleh aparat selalu berakhir dengan impunitas.

Demokrasi tidak akan tumbuh sehat jika pers terus-menerus dihadapkan pada kekerasan. Ketegasan Polri dalam menangani kasus ini akan menjadi cerminan komitmen mereka terhadap reformasi dan penghormatan terhadap nilai-nilai demokrasi.

Foto: Antara

SLIDER
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Indotim News
  • Website

Related Posts

KOLOM: Mengapa Kejahatan Daring ‘Passobis’ di Sulsel Sulit Diberangus?

Agustus 26, 2026

Maulid Nabi Jadi Momentum Satbrimob Polda Sulsel Perkuat Polri Presisi dan Kepedulian Sosial

Agustus 25, 2026

KOLOM: Sindikat Passobis Sidrap dan Alarm Sulsel

Agustus 24, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

  • Berita Terkini
  • Post Popular

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Petugas Lapas Perempuan Sungguminasa Ikuti Habituasi Sarana Keamanan Borgol

Agustus 29, 2026

KOLOM: Mengapa Kejahatan Daring ‘Passobis’ di Sulsel Sulit Diberangus?

Agustus 26, 2026

Maulid Nabi Jadi Momentum Satbrimob Polda Sulsel Perkuat Polri Presisi dan Kepedulian Sosial

Agustus 25, 2026

Tegakkan Zero Halinar, Tim Patnal Kanwil Ditjenpas Sulsel Gelar Sidak di Lapas Perempuan Sungguminasa

Agustus 25, 2026

Pastor Yance Yogi dari Intan Jaya; Uskup Merauke urus umat, bukan sibuk pemekaran wilayah

Mei 29, 2022

DPC Pandawa Pattingalloang Gowa Laksanakan Rapat Persiapan Pelantikan

Agustus 15, 2022

Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa Bohong?

Agustus 1, 2014

Kapan Pembangunan Pertanian di Camba Bisa Tersentuh Pemkab Maros ?

Agustus 2, 2014
Berita Terbaru
  • Tingkatkan Kesiapsiagaan, Petugas Lapas Perempuan Sungguminasa Ikuti Habituasi Sarana Keamanan Borgol
  • KOLOM: Mengapa Kejahatan Daring ‘Passobis’ di Sulsel Sulit Diberangus?
  • Maulid Nabi Jadi Momentum Satbrimob Polda Sulsel Perkuat Polri Presisi dan Kepedulian Sosial
  • Tegakkan Zero Halinar, Tim Patnal Kanwil Ditjenpas Sulsel Gelar Sidak di Lapas Perempuan Sungguminasa
  • KOLOM: Sindikat Passobis Sidrap dan Alarm Sulsel
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Indeks Berita
© 2026 INDOTIM NEWS | by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.